Connect with us

CIREBON

Bus Rombongan Pelajar Batang Kecelakaan di Cipali, Tiga Orang Meninggal Dunia

Published

on

Bus rombongan pelajar SMP dari Batang, Jawa Tengah, yang mengalami kecelakaan di Tol Cipali.

Jabarraya.com, Cirebon – Bus rombongan pelajar salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berasal dari Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami kecelakaan di ruas jalan tol Cikopo-Palimanan tepatnya di Desa Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

“Yang meninggal tiga orang dan lima lainnya luka ringan,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Cirebon Iptu Endang Kusnandar di Cirebon, Kamis (24/10/2019).

Korban yang meninggal dunia bernama Andayani Mugi Lestari (50) Kepala Sekolah, alamat Desa Kemiri Barat RT 03/02 Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Dua orang lainnya yang meninggal, yaitu Muhamad Abdi Romadona (13) pelajar dan Nabila Talita Zakiya (13) dan lima orang termasuk sopir truk mengalami luka ringan.

“Saat ini para korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Mitra Plumbon,” tuturnya.

Endang mengatakan kecelakaan terjadi pada Rabu (23/10) sekitar pukul 23.05 WIB, di Tol Cipali KM 181.400 Jalur A dari arah Jakarta menuju Cirebon tepatnya di Desa/Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.

Kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan, yaitu bus 44Trans B-7146-CGA dan truk H-1614-LW. Di mana kendaraan bus menabrak bagian belakang truk.

“Bus itu membawa rombongan pelajar SMP dari Batang, Jawa Tengah,” ujarnya. (kha)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CIREBON

Ini Kronologi Kecelakaan Bus Pelajar Asal Batang di Cipali

Published

on

Truk yang terlibat kecelakaan dengan bus rombongan pelajar asal Kabupaten Batang.

Jabarraya.com, Cirebon – Satlantas Kepolisian Resor (Polres) Cirebon, Jawa Barat, menjelaskan kronologi kecelakaan yang melibatkan bus 44 Trans B-7146-CGA yang ditumpangi rombongan pelajar dari Kabupaten Batang dengan truk H-1614-LW yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

“Sopir bus kurang konsentrasi dan antisipasi sehingga menabrak bagian belakang truk,” kata Kasatlantas Polres Cirebon AKP Asep Nugraha di Cirebon, Kamis (24/10/2019).

Asep mengatakan kronologi kecelakaan bermula saat bus Trans B-7146-CGA yang ditumpangi rombongan pelajar asal Kabupaten Batang melaju dari arah Jakarta ke Cirebon.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), sopir kurang waspada sehingga menabrak bagian belakang truk H-1614-LW.

Kecelakaan, kata Asep, terjadi pada Rabu (23/10/2019) sekitar pukul 23.05 WIB di Tol Cipali KM 181.400 Jalur A dari arah Jakarta menuju Cirebon, tepatnya di Desa/Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.

“Diduga sopir bus mengantuk saat berada di TKP,” ujarnya.

Asep menambahkan dalam kecelakaan tersebut tiga orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka, saat ini sudah dibawa ke RS Mitra Plumbon. (kha)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

CIREBON

Cerita Nelayan Penemu Hiu Paus di Cirebon, Evakuasi Gunakan Dua Perahu

Published

on

Petugas Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP) memeriksa bangkai ikan hiu paus (Whale Shark) yang ditemukan mati di pantai Ambulu, Losari, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (20/9/2019).

Jabarraya.com, Cirebon – Nelayan asal Desa Ambulu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (20/9/2019), menemukan seekor hiu paus yang berada di sekitar perangkap miliknya dengan keadaan sudah mati dan untuk mengevakuasi digunakan dua perahu motor.

“Pas saya temukan ikan itu sudah mati. Dan posisinya persis di sekitar perangkap yang saya pasang,” kata seorang nelayan penemu hiu paus Carlim di Cirebon, Minggu (22/9/2019).

Menurutnya pada saat berangkat ke laut untuk mengambil perangkap ikan yang sudah dipasang, dia kaget karena ada seekor ikan yang cukup besar berada di sekitar perangkapnya.

Dan setelah dicek ternyata kondisi ikan tersebut kata Carlim sudah mati dan juga terdapat beberapa luka. Namun dia mengaku tidak tahu penyebab ikan itu mati.

“Waktu itu ikan yang saya temukan memang sudah mati, tapi kalau penyebabnya tidak tahu,” ujarnya.

Penemuan ikan hiu paus tersebut kata Carmin masih di perairan yang cukup dalam, karena jarak dari darat juga sekitar 3 kilometer lebih.

“Kalau kedalamannya ya sekitar 6 meter, cukup jauh juga dari daratan,” ujarnya.

Carlim mengaku saat membawa ikan itu ke darat menggunakan dua perahu motir, karena bobot ikan tersebut juga lumayan berat.

Selain itu panjang ikan juga hampir 5 meter, sehingga sulit kalau dibawa menggunakan perahu sendiri yang berukuran kecil.

“Saya tarik menggunakan perahu dua, karena ukurannya kan juga besar,” katanya. (kli)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

CIREBON

Pemkot Cirebon – BBWS Sepakat Perindah Sempadan Sungai Tarik Turis

Published

on

Wali Kota Cirebon Nasruddin Azis

Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung bersepakat untuk menata dan memperindah sempadan sungai Cikalong hal ini dilakukan guna menarik wisatawan.

“Pemkot Cirebon dan BBWS sudah sepakat untuk membuat taman tematik di sekitar sungai Cikalong. Taman tematik ini juga berfungsi untuk penguatan senderan sungai,” kata Wali Kota Cirebon Nasruddin Azis di Cirebon, Kamis (19/9/2019).

Azis mengatakan pembuatan taman tematik juga harus memberikan efek positif bagi warga untuk dimanfaatkan sebagai daerah wisata dan diharapkan bisa menarik wisawatan.

Penataan itu juga sesuai dengan visi Kota Cirebon sebagai kota kreatif berbasis budaya dan sejarah. Sehati kata Azis juga memiliki akronim Sehat, Hijau, Agamis, Tentram dan Inovatif.

“Harapan kita tentunya sungai juga akan membantu dan mendukung program pariwisata Kota Cirebon,” tuturnya.

Sementara Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Daya Air Kementrian PUPR Dwi Aryani Semadhi K mengatakan pihaknya mengapresiasi Pemkot Cirebon yang mendorong perbaikan di sempadan Sungai Cikalong.

Perbaikan tentunya untuk mengembalikan fungsi sungai karena banyaknya masyarakat membuat bangunan di sepanjang sungai.

“Ini salah satu langkah untuk antisipasi pelanggaran tersebut. Kami ingin membuat daerah terbuka berupa taman yang terdiri dari jogging track, tempat kongkow dan lainnya,” katanya. (kli)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending