Connect with us

BANDUNG

Aksi Massa di Gedung DPRD Kembali Ricuh

Published

on

Sejumlah orang di halaman Gedung DPRD Jabar di Bandung berusaha menyelamatkan diri dari gas air mata, Senin (30/9/2019).

Jabarraya.com, Bandung – Aksi massa yang berlangsung di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat di Bandung, kembali diwarnai kericuhan setelah diawali dengan pelemparan batu, Senin (30/9/2019).

Kericuhan tersebut terjadi sekira pukul 17.12 WIB karena massa kesal perwakilan DPRD Jabar tidak kunjung keluar menemui pengunjuk rasa.

Polisi akhirnya melakukan tindakan represif setelah dipicu oleh adanya pelemparan petasan yang meledak di halaman Gedung DPRD Jabar.

Untuk mengendalikan massa, polisi mengerahkan meriam air yang disemprotkan ke arah massa. Aparat Brimob juga akhirnya maju untuk mendorong mundur massa yang mencoba merangsek masuk ke gedung.

Setelah itu polisi menembakkan gas air mata hingga massa berlarian menjauh dari kawasan Gedung DPRD. Namun ada pula massa yang melemparkan kembali peluru gas air mata ke arah Gedung DPRD.

Hingga pukul 17.25 WIB, aparat kepolisian dan juga aparat TNI AD masih melakukan pengendalian massa. (bar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BANDUNG

Jaga Stok Masker, Gubernur Jabar Himbau Masyarakat dalam Kondisi Sehat Tak Perlu Pakai Masker

Published

on

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuat Jabar Covid-19 Crisis Center. (Foto : Instagram @westjavagov_)

Jabarraya.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengimbau, masyarakat untuk tidak panik membeli dan memakai masker. Merujuk pada WHO, masker hanya untuk orang yang sedang sakit.

“WHO menyampaikan, masker hanya dipakai orang sakit, atau mereka yang merawat orang sakit pernapasan, atau mereka yang berada di daerah-daerah atau unit kerja penuh orang sakit,” kata Kang Emil usai menggelar Rapat Lintas Sektoral Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Tingkat Provinsi Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (3/3/2020).

Di luar kriteria tersebut, Kang Emil meminta masyarakat untuk tidak memakai masker. Selain untuk menjaga stok masker, penggunaan masker yang tidak benar justru meningkatkan risiko terpapar virus.

“Jadi, saya sampaikan ke warga Jabar, jangan panik, jangan beli toko online untuk membeli masker yang sebenarnya tidak diperlukan,” ucapnya.

“Jangan sampai orang sakit, petugasnya butuh malah tidak ada karena dibeli oleh mereka yang sebenarnya tidak membutuhkan,” tambahnya.

Pada Senin (2/3/2020), Kang Emil sudah mengirim 10 ribu masker ke Kota Depok untuk disalurkan kepada tenaga kesehatan dan layanan-layanan kesehatan.

Kang Emil pun menyatakan, pihaknya akan menindak tegas oknum-oknum yang memanfaatkan isu COVID-19 dengan menimbun masker dan menjualnya dengan harga tinggi.  (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BANDUNG

Gubernur Jabar Instruksikan Kabupaten/Kota Segera Bentuk Crisis Center Covid-19

Published

on

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuat Jabar Covid-19 Crisis Center. (Foto : Instagram @westjavagov_)

Jabarraya.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta seluruh kabupaten/kota segera membentuk Covid-19 Crisis Center seiring yang telah dilakukan Pemda Provinsi Jawa Barat, Selasa (3/3/2020).

Hal ini sebagai upaya pemerintah dalam rangka memusatkan koordinasi dan informasi terkait Novel Corona Virus (Infeksi 2019-nCoV) atau yang disebut juga sebagai Covd-19.

“Hari ini kita membuat Jabar Covid-19 Crisis Center di Command Center yang ada di gedung sebelah (masih Gedung Sate) dan ini harus dilakukan oleh seluruh kabupaten/kota di Jabar,” pinta Kang Emil dalam Rapat Lintas Sektoral Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Tingkat Provinsi Jabar di Aula Barat Gedung Sate, Selasa (3/3/2020).

“Tadi malam Kota Depok sudah membuat crisis center, maka 26 (kabupaten/kota) sisanya harus memiliki yang sama fungsinya semua informasi hanya datang dari crisis center. Jangan ada pejabat yang meminta hal-hal yang bukan kepada crisis center. Pusat keluarnya pernyataan (terkait Covid-19) harus dari institusi crisis center,” lanjutnya.

Crisis Center ini akan diketuai langsung oleh Gubernur Jabar dengan Ketua Harian Sekretaris Daerah (Sekda) Provisni Jabar dan Sekretaris oleh Kepala Dinas Kesehatan Jabar. Sementara anggotanya adalah Wakil Gubernur Jabar, Ketua DPRD Jabar, Pangdam III/Siliwangi, Kepala Kepolisian Daerah Jabar, Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar, termasuk tokoh atau elemen masyarakat dan media. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BANDUNG

Jabar Tanggap Darurat Virus Covid-19

Published

on

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memimpin Rakor Penanganan Covid-19 di Gedung Sate, Bandung, Selasa (3/3/2020). (Foto : Instagram @Dinkesjabar)

Jabarraya.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memimpin Rakor Penanganan Covid-19 di Gedung Sate, Bandung, Selasa (3/3/2020). Sejumlah langkah akan dilakukan untuk mencegah penyebaran virus ini.

Dalam paparannya, gubernur mengatakan sudah menetapkan tanggap darurat penanganan Covid-19 per hari ini. Dengan penetapan tanggap darurat tersebut maka segala upaya penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan koordinasi yang terukur.

“Jangan berlama-lama menanganinya. Kami akan ambil keputusan cepat meski harus tidak prosedural. Sebab ini tanggap darurat,” tegasnya.

Sembari disebutkan jika siaga satu sebenarnya sudah ditetapkan sejak 31 Januari saat rapat di RSHS Bandung.

Ia menyoroti beberapa kasus, perlu waktu hingga berhari-hari untuk mengetahui status suspect pasien dan harus menunggu dari Kemenkes. Gubernur mengatakan akan membeli peralatan yang dapat mendeteksi dengan cepat dan akan ditempatkan di rumah sakit daerah di Jabar.

“Meski biayanya mahal, ini harus menjadi inisiatif daerah. Kami akan merujuk ke Korsel untuk peralatan ini,” tegasnya.

Selain itu ia juga menegaskan telah dibentuk crisis centre dan hotline pengaduan dengan komor 119 atau 0811-2093-306. Gubernur menegaskan Dinkes Jabar harus selalu menerima keluhan masyarakat melalui hot line tersebut. “Ini jangan hanya sekedar nomor, harus dijaga 24 jam,” tegasnya. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending