Connect with us

DEPOK

Soka Gakkai Indonesia Gelar Pameran Sutra Bunga Teratai di UI

Published

on

Acara pembukaan pameran Cagar Budaya Internasional, Sutra Bunga Teratai di Perpustakaan Kampus Universitas Indonesia (UI), Selasa (10/9/2019).

Jabarraya.com, Depok – Soka Gakkai Indonesia menggelar pameran Cagar Budaya Internasional, Sutra Bunga Teratai di Perpustakaan Kampus Universitas Indonesia (UI) selama dua pekan.

“Indonesia merupakan tuan rumah ke-17 penyelenggaraan pameran dengan tema ‘Pesan Perdamaian dan Kerukunan Hidup’,” kata Ketua Humas Soka Gakai Indonesia Elly Muliawan di kampus UI Depok, Jawa Barat, Selasa (10/9/2019).

Pada pembukaan Selasa ini panitia pameran mendatangkan perwakilan dari negara asing di antaranya Malaysia, Singapura dan Jepang.

Ia menjelaskan pameran itu menyajikan hasil penelitian ilmiah mengenai perjalanan filosofi Sutra Bunga Teratai ke berbagai belahan dunia, dan menampilkan sejumlah koleksi asli dan replika manuskrip, lukisan dan benda-benda peninggalan langka Buddhis yang di antaranya telah berumur lebih dari 2.500 tahun.

Elly Muliawan menjelaskan panitia juga membangun replika Goa Tun Huang, warisan budaya UNESCO dari Tionghoa. Pameran juga menghadirkan koleksi dari India, Rusia, Tionghoa, serta Indonesia sendiri.

Koleksi dari Indonesia, katanya, diperoleh panitia dari Museum Nasional, yang mendatangkan koleksi peninggalan sejarah Borobudur pada masa Dinasti Syailendra.

Sementara itu Direktur Eksekutif IOP-Jepang Akira Kirigaya mengatakan kegiatan ini terselenggara atas dasar pemikiran Budha, yang mengedepankan pembinaan generasi muda, untuk semakin memperkuat bangsa.

“Pameran ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Soka Gakkai, organisasi Buddha berbasis komunitas, yang memiliki anggota di 192 negara. Pameran kali ini bertujuan untuk memperkenalkan filsafat Kitab Sutra Bunga Teratai, sebagai salah satu warisan kearifan umat manusia, yang menawarkan perspektif baru untuk perdamaian dan keharmonisan bermasyarakat di zaman modern,” katanya.

Peneliti Klinik Digital Vokasi UI Devie Rahmawati mengatakan tema perdamaian menjadi relevan dengan kondisi lokal dan global, yang terancam “bakteri” polarisasi di dalam keutuhan sebuah bangsa.

Ia merujuk riset di 11 negara seperti Amerika, Turki, Hungaria, Venezuela, Thailand, menemukan bahwa para pemimpin politik yang menggunakan narasi perpecahan dengan menyebut lawan-lawan politiknya sebagai orang yang tidak bermoral dan korup misalnya, berhasil membelah masyarakat.

“Kebajikan dan kebijakan para leluhur manusia di masa lalu, yang bahkan tidak melihat sekat antara barat dan timur, menjadi model bagi generasi muda, untuk meneladani kehidupan damai yang ditampilkan melalui pertemuan budaya Asia (Budha) dan budaya Barat (salah satunya Yunani), sebagaimana artefak-artefak ini “bicara” melalui pameran Sutra Bunga Teratai,” ujar Devie Rahmawati.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Soka Gakkai Indonesia, Universitas Indonesia, Museum Nasional, Dunhuang Academy (Tiongkok), The Institute of Oriental Philosophy (Jepang).

Pameran dan seminar didukung juga oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Klinik Digital Vokasi UI, Kowani, Dewan Masjid Indonesia, Wahid Foundation, Museum Rekor-Dunia Indonesia.

Selain itu, juga didukung The Habibie Centre, Puan Amal Hayati, The Purnomo Yusgiantoro Center, Lembaga Kebudayaan Betawi, Unit Pelayanan Angkutan Sekolah Dishub DKI Jakarta, We The Youth, Miwa dan Eio. (fla)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DEPOK

Vokasi UI Berdayakan Masyarakat di Geopark Gunung Pongkor

Published

on

Tim Pengabdian Masyarakat vokasi Universitas Indonesia (UI) memberi sosialisasi dan bimbingan kepada masyarakat desa Bantarkaret Geopark Gunung Pongkor Bogor, Jawa Barat.

Jabarraya.com, Depok – Tim Pengabdian Masyarakat Vokasi Universitas Indonesia (UI) memberikan sosialisasi dan bimbingan kepada masyarakat desa mengenai pemanduan wisata, pemasaran digital untuk produk-produk pariwisata dan produk lokal di Desa Bantarkaret Geopark Gunung Pongkor Bogor, Jawa Barat.

“Kami juga memberikan pelatihan dalam mengembangkan program dan pelaporan keuangan BUMDes dalam aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Ketua Pengabdian Masyakarat Vokasi UI Diaz Pranita di Kampus UI Depok, Senin (7/10/2019).

Diaz yang juga Kepala Laboratorium Program Studi Pariwisata Vokasi UI mengatakan upaya untuk memberdayakan masyarakat dan menghilangkan praktik penambangan emas illegal sangat penting untuk menjadikan Geopark Gunung Pongkor menuju UNESCO Global Geopark.

Program dilaksanakan dalam 6 bulan yang terdiri atas rangkaian workshop, survei lokasi dan pendampingan. Salah satu output kegiatan ini adalah buku saku untuk panduan wisata Gunung Pongkor yang dapat digunakan oleh pemandu wisata. Desa Bantarkaret merupakan lokasi utama Geopark Gunung Pongkor yang memiliki warisan bumi signifikan.

Dikatakannya Geopark yang merupakan tambang emas aktif di Indonesia, membangun Geopark Gunung Pongkor memiliki tantangan khusus karena harus mampu mengalihkan kegiatan penambangan emas ilegal yang telah menyebabkan banyak bencana dan memakan banyak korban.

“Meningkatkan kapasitas masyarakat khususnya para gurandil pada aktivitas pariwisata merupakan tantangan besar karena nilai emas yang tinggi menjadi aspek trade off dari upaya pelestarian lingkungan dan kekayaan geologi serta kegiatan pariwisata yang memerlukan prasyarat atraksi yang menarik, akses informasi dan kemudahan wisatawan mencapai daerah tujuan wisata, serta ketersediaan fasilitas wisatawan yang memadai,” katanya.

Tetapi dengan konten produk wisata yang kuat, kami memiliki keyakinan bahwa apabila dikemas dengan tepat dan pemberdayaan masyarakat difokuskan untuk penyediaan fasilitas wisatawan yang berkualitas maka keinginan ini dapat terwujud.

Dengan mulai dikenalnya Gunung Pongkor sebagai Geopark Nasional yang diharapkan dapat diajukan menjadi anggota UNESCO Global Geopark, maka diharapkan dapat meningkatkan akselerasi pembangunan di sektor pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat secara signifikan.

Anggota Pengabdian Masyarakat Vokasi UI, Marsdenia mengatakan mengatakan untuk mempercepat pemberdayaan masyarakat dalam bidang pariwisata, Desa Bantarkaret dapat mengembangkan BUMDes yang dikelola secara professional dan ditujukan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini kelemahan masyarakat adalah dalam membuat proposal dan mempertanggungjawabkan keuangan pengelolaan BUMDes. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, Program Vokasi UI juga akan membantu BUMDes Desa Bantarkaret agar dikembangkan dengan azas good governance,” kata Marsdenia. (ful)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DEPOK

Wali Kota Depok Bangga Dengan Keahlian BJ Habibie Dalam Teknologi

Published

on

Wali Kota Depok, Mohammad Idris

Jabarraya.com, Depok – Wali Kota Depok, Mohammad Idris menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Presiden RI ke-3 H. Bacharuddin Jusuf Habibie dan merasa bangga dengan kepakaran BJ Habibie dalam teknologi pesawat terbang yang membuat nama Indonesia harum di dunia internasional.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Depok turut berduka yang mendalam atas meninggalnya Pak Habibie,” kata Idris di Depok, Kamis (12/9/2919).

Menurut Idris, BJ Habibie merupakan sosok yang sangat disiplin khususnya dalam keilmuan dan disiplin waktu yang ditunjukkan kepada anak buahnya dalam mengerjakan berbagai hal.

Idris mengaku banyak tahu BJ Habibie melalui mahasiswa Indonesia yang atas jasa BJ Habibie mendapatkan beasiswa di Jerman dan Negara Eropa lainnya.

“Kepakarannya dalam bidang teknologi sangat dibanggakan,” tambahnya.

Nama Indonesia, lanjut Idris begitu harum di luar negeri berkat beliau, bahwa di negeri ini ada orang secerdas beliau yang sangat dibutuhkan di negara maju.

Dengan adanya The Habibie Center, sambungnya Habibie telah mempersiapkan generasi penerus untuk cita-citanya terhadap bangsa ini, khususnya dalam kemajuan teknologi.

Untuk mengenang jasa almarhum, Idris juga telah menginstruksikan anak buahnya baik itu camat dan lurah agar memasang bendera setengah tiang selama tiga hari kedepan.

“Ya kami sudah mendapat surat itu dan telah kami teruskan juga ke lurah dan camat untuk mengibarkan bendera setengah tiang,” ujarnya. (flt)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DEPOK

Pembangunan Alun-Alun Depok TahapP Dua Selesai Akhir Desember

Published

on

Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok Jawa Barat optimistis proses pembangunan tahap kedua proyek alun-alun akan selesai pada akhir Desember 2019.

Jabarraya.com, Depok – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok Jawa Barat optimistis proses pembangunan tahap kedua proyek alun-alun akan selesai pada akhir Desember 2019.

“Hingga awal September pembangunan alun-alun telah mencapai 38,04 persen,” kata Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan dan Pemukimam (Disrumkim) Kota Depok, Suwandi di Depok, Jumat (6/9/2019).

Ia mengatakan meskipun persentasenya masih sedikit, tetapi kami optimistis di akhir Desember pembangunannya sudah selesai 100 persen.

Dikatakannya, pada pembangunan alun-alun tahap kedua, terdapat beberapa infrastruktur yang menjadi prioritas. Antara lain pintu masuk utama, area penurunan penumpang, shelter bus, dinding mural, parkir pengelola, jembatan utama, dan kolam retensi.

Kemudian ada panggung mengapung, area duduk (amphitheater), pendopo, taman bermain anak, taman lansia, galeri UMKM, rumah kaca (green house), co-working space, dan menara pandang.

“Infrastruktur yang saat ini sudah mulai dibangun yaitu pendopo, galeri UMKM, menara pandang, co-working space, kolam retensi, jembatan utama, taman bermain anak, dan taman lansia,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan anggaran pembangunan alun-alun tahap kedua berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok, dengan total anggaran sekitar Rp50 miliar.

“Mudah-mudahan proses pembangunannya berjalan lancar, sehingga dapat selesai tetap waktu dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Sejumlah warga Depok mendukung pembangunan alaun-alun tersebut dan berharap proses pengerjaannya dapat selesai tepat waktu.

“Senang saja ada alun-alun jadi ada tempat untuk kami berekpresi,” kata Seorang warga Depok, Syukur.

Syukur mengatakan akan memanfaatkan alun-alun tersebut untuk menyalurkan hobinya bermain skateboard bersama teman-teman.

“Sebelum ada alun-alun saya mainnya pinggir-pinggir jalan, tapi sekarang sudah ada tempat mainnya, jadi lebih mudah untuk berekspresi,” katanya. (flt)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending