Connect with us

SUKABUMI

Seratus Buruh Pabrik di Sukabumi Mengalami Keracunan Makanan

Published

on

Petugas kesehatan saat memberikan penanganan medis kepada buruh pabrik PT Royal Puspita di Kampung/Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang diduga mengalami keracunan makanan.

Jabarraya.com, Sukabumi – Seratusan buruh pabrik yang bekerja di PT Royal Puspita di Kampung Sundawenang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat diduga keracunan usai menyantap makanan yang dibeli di warung yang berada didekat pabrik pada Selasa, (10/9/2019).

“Saat istirahat atau sekitar pukul 12.00 WIB kami makan di warung dekat pabrik, di tempat makan itu ada sejumlah varian makanan salah satunya gudeg nangka. Awalnya setelah menyantap makanan tidak terasa apa-apa, namun sekitar satu jam kemudian saya dan ratusan karyawan lainnya tiba-tiba pusing dan mual,” kata salah seorang buruh yang juga korban Maya Rusmayanti di Sukabumi.

Informasi yang dihimpun, keracunan masal buruh pabrik yang berada di RT 42/18, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda ini belum diketahui penyebabnya, namun kuat dugaan gejala keracunan ini disebabkan dari makanan.

Awalnya hanya beberapa orang saja yang merasa mual, pusing hingga muntah dan bolak balik buang air besar. Tetapi setelah satu jam jumlah buruh yang mengalami keracunan menjadi 112 orang.

Dari data sementara, ada 41 korban yang dirawat di RS Alta Medika dan 71 orang lainnya dirawat di Puskesmas Parungkuda. Kondisi korban kebanyakan kehilangan cairan bahkan sebagian besar dari mereka harus diinfus.

Hingga saat ini sejumlah buruh sudah ada yang diperbolehkan pulang dan kondisinya membaik. Namun, puluhan lainnya masih berada di rumah sakit dan Puskesmas karena kondisinya masih lemah.

Muspika Parungkuda, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dan Puskesmas Parungkuda masih berada di lokasi dan sudah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan tersebut. (aar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SUKABUMI

Bank Indonesia Resmikan BI Corner di Sukabumi

Published

on

Pemberiaan bantuan BI Corner yang diserahkan Kepala Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jabar Doni P Joewono kepada Ketua Ponpes Al-Masthuriyah KH Azis Masthuro di Sukabumi pada Kamis, (10/10/2019).

Jabarraya.com, Sukabumi – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat meresmikan BI Corner di Kabupaten Sukabumi, Jabar, tepatnya di Pondok Pesantren Al-Masthuriyah di Jalan Nasional III Desa Cibolang Kaler Kecamatan Cisaat.

“BI Corner ini merupakan perpustakaan yang dibuat BI untuk membantu masyarakat meningkatkan minat baca, karena tidak hanya buku, pengunjung pun akan lebih betah untuk berlama-lama sebab dilengkapi peralatan elektronik seperti televisi,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jabar Doni P Joewono di Sukabumi, Kamis (10/10/2019).

Menurut dia, untuk di Jabar jumlah BI Corner sampai saat ini sudah ada 16 unit yang tersebar di beberapa kota dan kabupaten. Namun, untuk yang ditempatkan di pondok pesantren baru di Kabupaten Sukabumi yakni di Ponpes Al-Masthuriyah.

Menurut dia, program itu menjadi proyek percontohan yang ke depannya BI Corner akan ditempatkan di ponpes yang ada di wilayah Jabar.

Ia menyebutkan dipilihnya ponpes sebagai tempat BI Corner ini agar santri bertambah literasinya, karena selama ini program tersebut masuk ke universitas.

Selain itu, dipilihnya ponpes untuk mendapatkan program tersebut karena potensinya cukup besar. Ke depan, pihaknya akan membangun BI Corner lainnya di beberapa lokasi di Kabupaten Sukabumi agar bisa dimanfaatkan oleh warga di kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali ini.

“Kalau target nasional 1.000 BI Corner sehingga untuk di Jabar minimal empat sampai lima unit bisa terbangun. Adapun jumlah buku yang disediakan di perpustakaan sebanyak 350 buah terdiri dari berbagai macam jenis dan judul,” tambahnya.

Sementara Ketua Ponpes Al-Masthuriyah KH Azis Masthuro menyampaikan terima kasih kepada BI dengan dibangunnya BI Corner tersebut karena yang pertama di Sukabumi dan ponpes di Jabar.

Pihaknya akan menjaga, melaksanakan dan memanfaatkan BI Corner ini dan diharapkan bisa terus berkembang dengan bimbingan Pemkab Sukabumi.

“Sebab sesuai dengan firman Allah SWT yakni bacalah dan ini merupakan kewajiban. Apalagi sekarang BI sudah memberikan fasilitas yang pastinya harus dimanfaatkan tidak hanya santri, pengurus ponpes saja tetapi masyarakat,” katanya. (aar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SUKABUMI

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Aman Selama Kemarau

Published

on

Gunung Gede merupakan sebuah gunung api bertipe stratovolcano yang berada di Pulau Jawa, Indonesia.

Jabarraya.com, Sukabumi – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) memastikan jalur pendakian ke Gunung Gede dan Pangrango aman selama musim kemarau ini dan tetap dibuka untuk umum.

“Kami pastikan selama musim kemarau ini tidak terjadi kebakaran hutan di kawasan TNGGP dan untuk saat ini jalur pendakian ke kedua gunung tersebut masih dibuka dan aman,” kata Kepala BBTNGGP Wahju Rudianto di Sukabumi, Jawa Barat, Senin (7/10/2019).

Menurutnya, pada awal Agustus lalu memang jalur pendakian ditutup sementara untuk pemulihan ekosistem dan antisipasi terjadi kebakaran hutan. Tetapi sekarang sudah dibuka kembali hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Namun demikian, pada musim kemarau ini pengunjung atau pendaki dilarang melakukan aktivitas yang bisa memicu terjadi kebakaran hutan di kawasan taman nasional ini. Selain itu selama mendaki pun wajib mematuhi peraturan dan tidak merusak dan mengganggu ekosistem.

Tentunya untuk melakukan pendakian, calon pendaki harus menempuh berbagai persyaratan seperti mendaftarkan diri dan setelah izin keluar baru diperbolehkan mendaki. Namun saat berada di pintu masuk jalur pendakian pihaknya juga akan memeriksa terlebih dahulu barang bawaan calon pendaki untuk memastikan tidak ada yang membawa barang berbahaya.

“Selama kemarau ini tidak ada kejadian kebakaran hutan di kawasan TNGGP, sehingga untuk siapapun warga yang ingin mendaki dipastikan aman terkecuali saat masuk masa pemulihan ekosistem dan ada peringatan dari BMKG perihal cuaca dan antisipasi kejadian bencana,” tambahnya.

Di sisi lain, Wahju mengatakan antisipasi adanya oknum pendaki yang melakukan pendakian melalui jalur tikus atau ilegal, pihaknya meningkatkan patroli ke sejumlah titik. Selain itu, menyiagakan petugasnya untuk mengantisipasi terjadi bencana kebakaran.

Ada beberapa lokasi yang dekat dengan kawasan taman nasional ini terjadi kebakaran lahan sehingga agar api tidak merembet ke kawasan, petugas dari BBTNGGP dikerahkan untuk membantu proses kebakaran. (aar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SUKABUMI

Kejari Kota Sukabumi Musnahkan Uang Palsu Doraemon Senilai RP 2 Miliar

Published

on

Kejaksaan Negeri bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi, Jawa Barat memusnahkan uang palsu Doraemon senilai Rp2 miliar yang merupakan barang bukti kasus penipuan.

Jabarraya.com, Sukabumi – Kejaksaan Negeri bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi, Jawa Barat memusnahkan uang palsu Doraemon senilai Rp2 miliar yang merupakan barang bukti kasus penipuan.

“Uang palsu ini kami sebut uang palsu Doraemon karena di tengah uang itu terdapat gambar tokoh kartun Jepang Doraemon. Barang bukti ini disita dari pelaku penipuan investasi yang kasus sudah berkekuatan hukum tetap,” kata Kepala Kejari Kota Sukabumi Ganora Zarina di Sukabumi, Rabu (18/9/2019).

Menurutnya, kasus seperti ini unik dan sangat jarang terjadi. Dari pengungkapan yang dilakukan Polres Sukabumi Kota, kasus peredaran uang palsu Doraemon tersebut merupakan penipuan yang di mana korbannya mengalami kerugian yang cukup besar.

Adapun modus yang dilakukan terpidana kasus ini adalah iming-imingi invetasi kepada korbannya dengan nilai keuntungan yang sangat besar. Namun, ternyata bukan keuntungan yang diberikan tetapi uang palsu pecahan Rp100 ribu yang ditengahnya terdapat gambar Doraemon.

Pada acara pemusnahan ini pihaknya juga memusnahkan barang bukti lainnya seperti narkoba jenis sabu-sabu dan ganja, obat keras ilegal, senjata api, senjata tajam, minuman keras dan barang hasil kejahatan lainnya yang pelakunya sudah menjalani hukuman penjara.

“Kami pun mengapresiasi langkah cepat pihak Polres Sukabumi Kota yang berhasil mengungkap puluhan bahkan diperkirakan mencapat seratusan kasus kriminal dalam kurun waktu enam bulan terakhir,” tambahnya.

Ganora mengatakan dari hasil rekapitulasi kasus tindak pidana umum (pidum) yang kasusnya sudah memiliki kekuatan hukum tetap didominasi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba seperti sabu-sabu dan ganja.

Maka dari itu, untuk memberantas kasus tersebut tidak hanya tugas pemerintah dan aparat penegak hukum saja tetapi semua pihak khususnya keluarga. Sebab keluarga merupakan benteng utama dalam pencegahan. (aar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending