Connect with us

CIANJUR

PMI Cianjur Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Plastik

Published

on

Sejumlah relawan PMI Cianjur, Jawa Barat saat memunguti sampah plastik yang dibuang sembarangan di jalan.

Jabarraya.com, Cianjur – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari baik berbelanja ataupun aktivitas lainnya karena bisa mencemari lingkungan.

“Kami terus berupaya mengkampanyekan gerakan mengurangi penggunaan plastik, sebab jika tidak dilakukan secara masif maka kita tidak bisa lepas dari ketergantungan menggunakan plastik,” kata Kepala Markas PMI Kabupaten Cianjur Herry Hidayat di Cianjur, Selasa (10/9/2019).

Menurutnya, penggunaan plastik ini bisa berdampak buruk tidak hanya bagi lingkungan, tapi juga kesejahatan. Maka dari itu, secara rutin pihaknya memberikan imbauan dan edukasi khususnya kepada anak usia dini agar tidak terbiasa menggunakan plastik.

Namun, harus diakui untuk terlepas dari ketergantungan tersebut memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Sebab, mayoritas warga belum sadar akan dampak jika terus menggunakan plastik.

Apalagi saat ini hampir seluruh sungai yang ada di Cianjur terdampak sampah plastik yang disebabkan seperti masih adanya oknum yang terbiasa membuang sampah ke sungai maupun lainnya.

“Plastik sulit diurai oleh tanah dan membutuhkan puluhan tahun agar bisa terurai. Sehingga, harus dimulai dari sendiri agar tidak terbiasa menggunakan plastik minimalnya mengurangi penggunaannya,” tambahnya.

Herry mengatakan ada beberapa cara untuk mengurangi limbah plastik seperti mendaur ulang. Dengan cara seperti ini selain mengurangi pencemaran juga bisa menghasilkan pendapatan tambahan.

Pihaknya juga mengapresiasi warga yang sudah mulai sadar untuk mengurangi penggunaan plastik dan mendaur ulang sampahnya. Serta diharapkan aktivitas perbelanjaan baik di pasar tradisional, minimarkerta, supermaket dan pasar modern lainnya agar dalam mengemas barang tidak lagi menggunakan plastik tetapi bisa menggunakan pembungkus yang tidak sekali pakai. (aar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

CIANJUR

Jalan Desa Sepanjang 100 Meter di Kadupandak Cianjur Amblas

Published

on

Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sofyan.
Jabarraya.com, Cianjur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, mencatat pergerakan tanah kembali terjadi di Kampung Bojongkasih, Desa Sindangsari, Kecamatan Kadupandak, yang mengakibatkan jalan desa sepanjang 100 meter amblas sedalam satu meter, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

“Saat ini jalan desa tersebut tidak dapat dilalui kendaraan dan aktivitas warga terganggu. Kendaraan dialihkan ke jalan alternatif melalui Desa Bojongkasih, untuk warga yang akan melakukan aktifitas mendesak,” kata Sekretaris BPBD Cianjur Irfan Sofyan saat dihubungi Minggu (12/1/2020).

Ia menjelaskan sebagian besar kontur tanah di wilayah Kadupandak sangat labil, sehingga sangat rawan terjadi bencana alam pergerakan tanah dan longsor seiring hujan yang turun deras dengan intensitas tinggi.

Dikhawatirkan pergerakan tanah yang terjadi di wilayah tersebut terus meluas dan terjadi di sejumlah titik karena pergerakan tanah dipicu tingginya intensitas hujan selama sepekan terakhir.

Pihaknya telah menyiagakan petugas dan relawan tangguh bencana untuk siaga dan waspada guna melakukan penanganan cepat saat terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Meskipun hanya satu garis retakan yang terjadi, namun celahnya cukup besar dan dalam. Tidak hanya jalan desa, area pesawahan di wilayah tersebut terancam gagal panen. Kami siagakan anggota dan relawan untuk melakukan berbagai upaya termasuk mengevakuasi warga saat pergerakan tanah melanda perkampungan,” katanya.

Pihakya mengimbau warga untuk segera berkoordinasi dengan aparat atau petugas Relawan Tangguh Bencana agar dapat langsung ditangani saat hendak mengungsi atau mendapat informasi secara rinci terkait pergerakan tanah yang terjadi.

“Relawan sudah melakukan pendataan dan meminta warga untuk segera mengungsi ketika pergerakan tanah terus meluas dan mulai mengancam perkampungan. Untuk saat ini laporan sementara pergerakan tanah yang terjadi masih jauh dari perkampungan,” katanya.

Ia menambahkan sebelumnya pergerakan tanah juga terjadi di Kampung Cibolang, Desa Wargaasih, Kecamatan Kadupandak, yang menyebakan irigasi jebol sehingga satu hektare area pesawahan terancam gagal panen dan satu rumah rusak. (ahm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

CIANJUR

1.115 Personel Polres Cianjur Diturunkan Amankan Natal dan Tahun Baru

Published

on

Kapolres Cianjur, Jawa Barat, AKBP Juang Andi Priyanto.

Jabarraya.com, Cianjur – Polres Cianjur, Jawa Barat, menerjunkan 1.115 personel gabungan untuk mengamankan libur panjang Natal 2019 dan tahun baru, yang akan bersiaga di sejumlah pos pengamanan (pam) dan patroli ke sejumlah tempat ibadah umat Kristiani.

“Personel gabungan tidak hanya melakukan pengawasan di posnya, namun berpatroli serta memantau jalur utama dan jalur altarnatif yang berpotensi dijadikan jalur peredaran narkoba pada malam pergantian tahun,” kata Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto di Cianjur Kamis (19/12/2019).

Sebelumnya personil gabungan yang terdiri dari TNI/Polri dan sejumlah dinas terkait di Pemkab Cianjur, mengikuti kegiatan apel Operasi Lilin 2019, sebelum di tempatkan di posnya masing-masing mulai dari jalur puncak hingga Haurwangi.

“Untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru, dinas yang dilibatkan di antaranya Dishub Cianjur, Dinas Kesehatan dan Satpol PP. Mereka juga akan disiagakan di masing-masing pos kesehatan yang berdampingan dengan pos pam,” katanya.

Sebanyak 12 pos pam dan enam pos pelayanan telah disiapkan di beberapa titik termasuk di wilayah rawan macet seperti Puncak dan Jalan Raya Bandung-Cianjur, sehingga dapat memudahkan warga atau wisatawan untuk mendapat informasi atau melapor.

“Saat ini yang menjadi fokus utama kami dan Forkompinda terkait kemacetan, terutama di Jalur Puncak-Cipanas dan Jalan Raya Bandung, sehingga di sepanjang jalur tersebut akan diberlakukan rekayasa arus,” katanya.

Dia menambahkan, menjelang malam pergantian tahun jalur menuju Puncak dari Cianjur, akan ditutup hingga 1 Januari. Bahkan kendaraan berat seperti truk dan bus dilarang melintas sejak 23 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.

“Kami segera melakukan komunikasi dengan beberapa pimpinan kepolisian perbatasan untuk sama-sama dalam pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru terutama agar tidak terjadi antrian kendaraan,” katanya. (ahm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

CIANJUR

PLN Berharap Pemkab Cianjur Bantu Proses Izin Pembangunan Gardu Induk

Published

on

PLN berharap Pemkab Cianjur, Jawa Barat, membantu proses izin pemanfaatan lahan untuk pembangunan gardu induk di Kecamatan Tanggeung, guna mendukung pasokan listrik ke wilayah selatan dapat stabil.

Jabarraya.com, Cianjur – PT PLN berharap Pemkab Cianjur, Jawa Barat, membantu proses izin pemanfaatan lahan untuk pembangunan gardu induk di Kecamatan Tanggeung, guna mendukung pasokan listrik ke wilayah selatan dapat stabil.

“Keberadaan gardu induk akan mengamankan jaringan listrik di berbagai kecamatan di wilayah selatan karena hingga saat ini jaringan listrik menuju selatan belum memadai sehingga pasokan listrik belum stabil,” kata Supervisor SDM & Adm PT PLN (Persero) Area Cianjur, Deetje Mardijjah pada wartawan di Cianjur, Selasa (15/10/2019).

Belum stabilnya pasokan energi listrik ke wilayah tersebut, ungkap dia, karena gardu induknya jauh, sehingga keberadaan gardu induk di Kecamatan Tanggeung, membuat pasokan aman dan gangguan dapat diminimalkan.

Ia menjelaskan dalam kegiatan costumer gathering yang digelar beberapa hari lalu, Pemkab Cianjur akan membantu memperlancar perizinan terutama untuk pemanfaatan lahan.

“Plt Bupati Cianjur akan membantu proses perizinan karena akan mengunakan lahan milik Perhutani. Harapan kami izin tersebut dapat keluar dan segera dibangun gardu induk di wilayah tersebut,” katanya.

Meskipun pembangunan gardu induk menjadi kewenangan Unit Induk Pembangunan dari PT PLN, namun pihaknya berharap rencana tersebut dapat segera terlaksana agar pasokan ke berbagai wilayah selatan dapat berjalan lancar dan normal.

“Selama ini warga di selatan Cianjur, banyak mengeluhkan minimnya pasokan listrik ke wilayah tersebut. Terlebih ketika musim hujan, listrik kerap padam karena faktor alam,” katanya. (ahm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending