Connect with us

GARUT

Pertamina Pastikan Tidak Ada Kekurangan Elpiji Subsidi di Garut

Published

on

Pertamina (Persero) Marketing Operation Region III memastikan tidak ada kekurangan bahan bakar elpiji subsidi tabung 3 kg di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Jabarraya.com, Garut – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region III memastikan tidak ada kekurangan bahan bakar elpiji subsidi tabung 3 kg di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sehingga masyarakat kurang mampu tidak perlu khawatir dengan ketersediaannya.

“Kami memastikan pasokan cukup,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Dewi Sri Utami melalui siaran pers di Garut, Jabar, Rabu (11/9/2019).

Ia menuturkan, pasokan elpiji di Garut terutama di Kecamatan Cibatu, Kadungora, Wanaraja, dan Limbangan dipastikan tersedia dengan aman dan siap dipasok oleh 48 pangkalan untuk masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro.

Elpiji subsidi yang didistribusikan itu, kata dia, berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2009 pada Pasal 20 yakni elpiji 3 kg merupakan produk subsidi dari pemerintah untuk masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro.

“Masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro yang berhak menggunakan elpiji subsidi 3 kilogram dapat membeli sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah setempat yaitu Rp16 ribu,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk membeli elpiji subsidi di pangkalan resmi Pertamina agar mendapatkan harga sesuai dengan HET.

Selain itu, lanjut dia, masyarakat pengguna elpiji nonsubsidi jenis Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg dapat membeli produk tersebut di outlet-outlet seperti minimarket, Bright store, serta pesan antar melalui Pertamina Contact Center 1500000.

“Agar lebih memudahkan konsumen, kami juga menyediakan layanan pesan antar Bright Gas langsung ke rumah konsumen,” katanya.

Sementara itu, pengecer elpiji di Kecamatan Samarang, Yatno mengatakan, selama ini pasokan elpiji subsidi lancar dengan pengiriman dua kali dalam sepekan.

“Pasokan gas aman, tidak ada kekurangan. Di sini biasa dipasok dua minggu sekali hari Selasa dan Sabtu,” katanya. (fpn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

GARUT

Pemkab Garut akan Beli Peralatan untuk Tanggulangi Sampah

Published

on

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Garut, Uu Saepudin

Jabarraya.com, Garut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, berencana membeli peralatan dari China untuk menanggulangi sampah organik dan anorganik sehingga tidak terjadi penumpukan sampah, melainkan kembali memberikan manfaat untuk masyarakat.

“Alat dari China itu bisa memisahkan sampah organik dan anorganik yang cocok digunakan di Garut,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Garut, Uu Saepudin kepada wartawan di Garut, Jumat (20/9/2019).

Ia menuturkan, pilihan alat dari China itu berdasarkan kajian yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sampah di Kabupaten Garut, serta kemampuan anggaran.

Sebelumnya, kata dia, ada dari Korea Selatan dan Jepang yang menawarkan kerjasama dan alat penanggulangan sampah ke Pemkab Garut, namun belum ditindaklanjuti.

“Ada dari Korea, ada dari China, ada juga dari Jepang, saya akan ajukan dan disesuaikan mesin mana yang kiranya cocok di Garut,” katanya.

Ia menjelaskan, alat dari Korea Selatan menawarkan kemampuan menanggulangi sampah sebagai bahan bakar yang nantinya menjadi energi listrik untuk kebutuhan masyarakat Garut.

Namun pengadaan alat dan operasionalnya, kata dia, cukup besar dananya hingga mencapai Rp50 miliar, termasuk produk dari Jepang harganya cukup tinggi.

“Yang Korea itu Rp50 miliar, tapi kalau pemisahan sampah itu Rp5 sampai Rp7 miliar, jadi Garut ini cocoknya untuk pemisahan saja,” katanya.

Ia menyampaikan, produksi sampah di Garut setiap harinya mencapai 200 ton sehingga perlu dimanfaatkan dengan melakukan pemilahan sebelum akhirnya dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah.

Ia berharap, usulan pembelian alat dari Cina itu bisa mengatasi persoalan sampah di Garut agar tidak semuanya dibuang melainkan bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

“Untuk alat daur ulang sampah ini kita akan jajaki, bulan ini (September) ada keputusannya,” kata Uu. (fpn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

GARUT

Petugas Temukan Jasad Pemancing Ikan Terseret di Laut Garut

Published

on

Petugas gabungan menemukan seorang pemancing ikan yang sebelumnya hilang karena terseret ombak di Pantai Sancang, Kabupaten Garut, Jawa Barat

Jabarraya.com, Garut – Petugas gabungan menemukan seorang pemancing ikan yang sebelumnya hilang karena terseret ombak di Pantai Sancang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dalam keadaan meninggal dunia tidak jauh dari lokasi awal korban hilang, Rabu (18/9/2019).

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Badan SAR Nasional Bandung, Rudi, mengatakan Tim Basarnas beserta petugas gabungan lainnya telah menemukan korban sekitar pukul 07.15 WIB setelah tiga hari melakukan pencarian.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, korban sebelumnya terseret ombak pada Senin (16/9/2019),” kata Rudi.

Ia menuturkan, tim Basarnas bersama petugas dari instansi terkait dibantu masyarakat setempat menemukan korban Gun Gun (26) warga Garut yang tewas tenggelam di Pantai Sancang, Desa Cukang Jambe, Kecamatan Cibalong.

“Korban ditemukan tidak jauh dari titik awal korban terseret,” katanya.

Ia menyampaikan, jasad korban selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan, selanjutnya tim menutup proses pencarian tersebut.

Sebelumnya, kata dia, tim gabungan mencari korban dengan dibagi dua kelompok menyusuri pantai dan ke tengah laut.

“Tim ada yang menyisir di laut ke arah barat sejauh 3 kilometer, ada juga tim yang mencari di darat,” katanya.

Sebelumnya korban terseret ombak saat memancing ikan di Pantai Sancang, korban tidak mampu menyelamatkan diri hingga akhirnya hilang. (fpn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

GARUT

Polisi Selidiki Pencurian Uang Nasabah Bank Mandiri di Garut

Published

on

Polisi masih menyelidiki lebih lanjut kasus perampokan nasabah Bank Mandiri dengan modus pecah kaca mobil di Jalan Bratayuda, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (17/9/2019).

Jabarraya.com, Garut – Polisi masih menyelidiki lebih lanjut kasus perampokan nasabah Bank Mandiri dengan modus pecah kaca mobil di Jalan Bratayuda, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (17/9/2019), dengan kerugian materi yang dialami korban sebesar Rp53 jutaan.

Kepala Polsek Garut Kota Kompol Uus Susilo, mengatakan, jajarannya berkoordinasi dengan Polres Garut melakukan olah tempat kejadian perkara dan memintai keterangan saksi termasuk korban untuk menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut.

“Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara, dan memintai keterangan dari sejumlah saksi dan langsung melalukan penyelidikan,” katanya.

Ia menuturkan, peristiwa itu menimpa Alexander Fasga (32) warga Kabupaten Bandung yang baru saja mengambil uang di Bank Mandiri Cabang Garut sebesar Rp46 juta.

Korban yang membawa mobil itu, kata dia, memarkirkan kendaraannya di pinggir Jalan Bratayuda untuk membeli materai, tidak lama dari itu korban melihat kaca mobil depan bagian kiri sudah pecah.

“Entah lupa atau sengaja, uang yang baru diambil ditinggalkan di dalam mobil bersama sejumlah barang berharga lainnya,” katanya.

Uus mengatakan, hasil pengakuan korban, uang yang baru diambil dari Bank Mandiri beserta telepon genggam dan laptop atau senilai Rp53 jutaan raib dibawa pelaku.

“Selain uang tunai sebesar Rp46 juta, telepon genggam dan laptop miliknya diduga dibawa oleh pencuri,” katanya.

Lokasi perampokan dengan modus pecah kaca mobil itu terjadi di depan Rumah Sakit Guntur atau tidak jauh dari Markas Korem TNI Tarumanagara. (fpn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending