Connect with us

BANDUNG

Wagub Jabar Minta Industri Pasar Modal Syariah Harus Inklusif

Published

on

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum

Jabarraya.com, Bandung – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan industri pasar modal syariah harus inklusif dan diminati oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak bersifat elitis serta sosialisasinya menyeluruh.

“Yang perlu diperhatikan adalah penerapan sistem keuangan syariah, khususnya terkait dengan pasar modal syariah, harus inklusif dan sosialisasinya harus menyeluruh ke 27 kota/kabupaten, disampaikan ke desa, ke ulama, mubalig, juga kepada para santri, hingga sampai ke semua telinga masyarakat,” kata Wagub Uu pada acara “Sosialisasi Pasar Modal Syariah Goes to Office” di Bandung, Selasa (10/9/2019).

Menurut dia, saat ini pasar modal syariah sedang tren dan hal tersebut sejalan dengan semangat inovasi dan kolaborasi yang diusung Pemprov Jabar dalam mewujudkan visi dan misinya.

“Kita dukung juga sosialisasi pasar modal syariah, sebab ada nilai inovasi dan kolaborasi di dalamnya. Ini sejak dengan misi Jabar Juara Lahir Batin,” kata Uu.

“Sehingga pasar modal syariah ini bisa menjadi instrumen baru dalam mengembangkan bisnis dan menggaet para investor dalam jalan yang diridhoi Allah,” ujarnya.

Wagub Uu juga mengatakan Pemerintah Provinsi Jabar sangat mendukung sosialisasi pasar modal syariah.

Dengan jumlah penduduk 48,68 juta jiwa atau sekitar 20 persen dari total populasi Indonesia, Jawa Barat tidak hanya menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Tanah Air.

Jabar pun menjadi provinsi dengan jumlah penduduk muslim terbesar se-Indonesia yakni mencapai 45,5 juta jiwa atau 97 persen dari penduduknya.

Uu mengatakan di Jabar, terdapat kurang lebih 12.000 pondok pesantren yang tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota.

Atas potensi keumatan tersebut, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan sistem keuangan syariah sangat layak untuk dikembangkan di Jawa Barat, termasuk tren perkembangan industri pasar modal syariah. (ats)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BANDUNG

Wagub Berharap Mahasiswa Jawa Barat Jadi “Techopreneur”

Published

on

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum

Jabarraya.com, Bandung – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berharap kalangan mahasiswa bisa lahir sebagai “technopreneur” yaitu entrepreneur yang mengoptimalkan teknologi sesuai Revolusi Industri 4.0 agar ketika lulus sebagai sarjana sudah punya bekal ilmu dan skill yang cukup untuk menghadapi kompetisi dunia kerja.

“Seluruh mahasiswa diharapkan tidak hanya berkuliah untuk menuntut ilmu, melainkan para mahasiswa dapat menerapkan seluruh ilmu yang telah didapat dengan meluruskan niat untuk menjadi pribadi yang berakhlak dan berkemajuan,” kata Wagub Uu saat membuka Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Bandung Tahun Akademik 2019/ 2020 di Kota Bandung, Kamis (19/9/2019).

Dia mengatakan selain integritas, moralitas atau akhlak yang baik dan mental yang kuat diperlukan untuk mencapai kesuksesan sebagai manusia unggul Jawa Barat, termasuk untuk menghadapi perkuliahan di kampus bagi mahasiswa.

“Karena kesuksesan seseorang tidak hanya dilihat dari kepintaran saja, namun moral dan akhlak yang menjadi pokok,” kata dia.

Di era digital kini, Uu juga meminta generasi muda untuk memiliki kedisiplinan dan keahlian yang mumpuni ditambah skill digital agar bisa beradaptasi dan berkompetisi dengan kemajuan zaman serta persaingan global.

Wagub Uu mendorong pihak kampus sebagai penyelenggara pendidikan agar membimbing dan mengarahkan para mahasiswa untuk belajar bisnis, baik bisnis yang sesuai dengan program studi maupun lintas program studi.

Sementara itu Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Suyatno, sementara itu menyebut cita-cita besar UM Bandung adalah melahirkan para technopreneur muda yang Islami dan terdidik sebagai antisipasi kurangnya sarjana yang terserap di dunia usaha dan industri.

“Technopreneur yang kami maksud adalah seorang sarjana lulusan perguruan tinggi yang selain memiliki kemampun akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill atau kewirausahaan,” kata Suyatno.

Selain itu, lewat lembaga pendidikan yang dipimpinnya, Suyatno ingin para lulusan memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi.

Dengan begitu, lulusan UM Bandung memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitar.

Saat ini, terdapat sekira 788 mahasiswa/mahasiswi baru yang mengikuti kegiatan PESONAMU di Kampus UM Bandung. Suyatno berpesan, mahasiswa baru ini harus bisa menjaga nama baik almamater selama menjalankan proses pendidikan.

“Adik-adik mempunyai tanggung jawab menjaga nama baik almamater,” ujarnya. (ats)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BANDUNG

20 Persen “Startup” Binaan SBM – ITB Raih Pendanaan dari Investor

Published

on

jumpa pers di Kresna Student Lounge, di Kampus SBM-ITB Jalan Ganesha Kota Bandung, Kamis (19/9/2019).

Jabarraya.com, Bandung – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB) menyatakan sebanyak 20 persen “startup” atau perusahaan rintisan binaannya berhasil memperoleh pendanaan dari investor baik dalam maupun luar negeri.

“Kami punya inkubator bisnis dan hingga saat ini sekitar 20 persen startup binaan kami berhasil mendapatkan pendanaan dari investor,” kata Direktur Inkubator Bisnis Thegreaterhub SBM-ITB, Dr Dina Dellyana di Kampus SBM-ITB, Jalan Ganesha Kota Bandung, Kamis (19/9/2019).

Dina mengatakan inkubator bisnis SBM-ITB “membuka pintu” kepada para startup untuk diberikan berbagai ilmu hingga akhirnya bisa meraih pendanaan dari investor.

“Tahun 2016 awal mula berdirinya inkubator bisnis ini. Tahun 2017 mulai ada pelatihan untuk startup. Tahun 2017 kami ada 27 (startup yang dibina). Tahun 2018 naik jadi 48 dan sekarang kita ada 70-an startup,” katanya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya SBM-ITB, Dr Aurik Gustomo menambahkan saat ini sudah ada startup binaan pihaknya yang hampir menjadi unicorn.

“Itu ada startup binaan angkatan pertama SBM-ITB yang omzetnya menuju atau mengarah ke unicorn. Jadi dia sudah meninggalkan startup. Namanya Amartha, dia itu fintech,” katanya.

Selain itu, lanjut Aurik, SBM ITB juga berupaya memberikan kontribusi bagi terwujudnya sumber daya manusia di Jabar yakni dengan membangun platform bisnis untuk koperasi di Jabar. (ats)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BANDUNG

Pemprov Jabar Dorong Percepatan Pembangunan Tol Cisumdawu

Published

on

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil

Jabarraya.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil mengatakan, Pemprov Jabar bersama pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR RI mendorong percepatan pembangunan tol Cisumdawu guna meningkatkan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati, Kab Majalengka.

Menurut dia, tol Cisumdawu menjadi kunci untuk meningkatkan aktivitas BIJB Kertajati. Progres pembangunan tol Cisumdawu itu, kata dia, sudah mencapai sekira 50 persen sampai saat ini.

“Saya sudah sampaikan dinamika Kertajati itu hanya satu, yaitu jalan tolnya. Jadi, selama jalan tol belum ada, kita mencoba memaksimalkan. Kita tentunya (akan) cari cara jangka pendek sebelum tol rampung,” kata Emil di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Selasa (17/9/2019).

“Kita dorong bersama Kementerian PUPR yang sudah mempercepat (pembangunan tol Cisumdawu). Mohon doanya. Selesainya jalan tol, saya yakin dari sini (Bandung) ke sana (BIJB Kertajati, Majalengka) yang biasanya tiga jam bisa hanya 45 menit.”

“Kuncinya hanya satu, yaitu jalan tol. Jalan tol yang belum selesai membuat warga memilih pilihan-pilihan yang mungkin lebih nyaman bagi mereka. Jadi, apapun pertanyaan Kertajati jawabannya itu,” imbuh Emil.

Emil juga mengatakan, pihaknya terus memaksimalkan pelayanan di BIJB Kertajati, meski ada beberapa keterbatasan.

Menurut dia, ada sejumlah faktor yang membuat aktivitas BIJB Kertajati belum maksimal. Salah satunya adalah kondisi penerbangan nasional yang tengah menurun.

“Kami dari pemerintah selalu berupaya memaksimalkan dengan keterbatasan yang ada. Kami tidak tinggal diam,” katanya.

“Tapi faktor ini – namanya hubungan dagang antara konsumen dan pelayanan, tentu keputusan ada dikonsumennya. Konsumen akan memilih mana yang mudah, mana yang nyaman,” kata dia. (ats)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending