Connect with us

BANDUNG

Jamaah Haji Jawa Barat yang Meninggal Tercatat 46 orang

Published

on

Sebanyak 46 warga Jawa barat yang meninggal dunia di Arab Saudi saat beribadah haji.

Jabarraya.com, Bandung – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat (Jabar) menyatakan hingga kini ada sebanyak 46 warga Jabar yang meninggal dunia di Arab Saudi saat beribadah haji, bertambah lima orang setelah pada Ahad (18/8/2019), tercatat 41 orang.

Kepala Seksi Pembinaan Haji Dan Umrah Kanwil Kemenag Jawa Barat, Jajang Apipudin mengatakan para jemaah yang berpulang di tanah suci tersebut diduga meninggal karena kelelahan dan penyakit.

“Itu disebabkan berbagai banyak faktor, tidak ada yang disebabkan kecelakaan atau apapun, semua kelelahan dan sakit,” ujar di Bandung, Selasa (20/8/2019).

Semua jenazah jamaah tersebut, tambahnya akan dimakamkan di Arab Saudi dan tidak akan dipulangkan ke Tanah Air.

Pihaknya, lanjut juga telah menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Dengan demikian ia mengimbau agar para ahli waris bisa segera mengajukan klaim asuransi.

“Pihak keluarga sudah diberitahukan kami turut berbelasungkawa serta menginformasikan pihak keluarga untuk mengajukan klaim asuransi,” kata dia.

Sementara itu hingga kini tercatat 12 kloter haji Jabar sudah dipulangkan ke tanah air dari total sebanyak 97 kloter. Proses pemulangan jamaah, menurut dia akan berlangsung hingga tiga pekan kedepan.

“Masih banyak (sisa kloter), kira-kira tiga minggu lagi,” lanjutnya.

Berdasarkan data, Kabupaten Bogor memiliki jamaah yang paling banyak meninggal dunia sebanyak 7 orang. (bar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BANDUNG

Berhasil Tekan Angka Kemiskinan, Jabar Jadi Rujukan Pemerintah Pusat

Published

on

Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Sekretariat Wakil Presiden Kementerian Sekretariat Negara RI di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (19/2/2020).

Jabarraya.com, Bandung – Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan progres kemajuan penurunan kemiskinan yang cukup cepat di Indonesia.

Demikian dikatakan Ketua Unit Advokasi Daerah Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Sekretariat Wakil Presiden RI, M. Arif Tasrif, usai beraudiensi dengan Wakil Gubernur (Wagub) Jabar Uu Ruzhanul Ulum di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (19/2/2020).

“Ini yang membuat kita ingin tahu, kita mau belajar juga, pusat kita perlu belajar dari daerah, dengan prestasi yang bagus,” kata Arif.

“Setelah semua faktor kita evaluasi. Kita masukan hasilnya menjadi bahan bagi tidak cuma Jabar, tapi semua daerah di Indonesia bisa mengambil pelajaran dari Jabar,” tambahnya.

Arif pun berharap sinergi pemerintah pusat dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar dalam percepatan penanggulangan kemiskinan menguat.

“Kita ingin duduk bareng dengan Jawa Barat ini khususnya untuk mengidentifikasi kira-kira apakah fokus program yang sekarang dijalankan pemerintah Provinsi Jawa Barat selama ini, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan penanggulangan kemiskinan di Jawa Barat, kita mau bedah bareng ini,” ucapnya.

Berdasarkan data BPS Jabar, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Jabar mengalami penurunan sekitar 23,27 ribu jiwa. Dari 3,40 juta jiwa (6,91 persen) pada Maret 2019 menjadi 3,38 juta jiwa (6,82 persen) pada September 2019.

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, Pemda Provinsi Jabar terus berinovasi dalam penanggulangan kemiskinan dengan meluncurkan sejumlah program inovatif. Seperti Desa Juara yang mempunyai tiga pilar, yakni digitalisasi layanan desa, One Village One Company (OVOC), dan Gerakan Membangun Desa.

Dari tiga pilar tersebut, Pemda Provinsi Jabar meluncurkan sejumlah program unggulan. Mulai dari BUMDes Juara, Jantung (Jembatan Gantung) Desa, sampai Patriot Desa. Program-program itu dirancang untuk memangkas ketimpangan ekonomi masyarakat pedesaan dengan perkotaan

Selain itu, Pemda Provinsi Jabar mendorong kepesertaan BPJS, membentuk Jabar Quick Respons (JQR), Layad Rawat, Rutilahu, dan menggratiskan SPP bulanan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) serta meluncurkan program beasiswa.

“Pemda Provinsi Jabar membantu masyarakat Golekmah (Golongan Ekonomi Lemah), fokus terhadap dunia pendidikan. Karena dengan pendidikan hebat pola pikir seseorang akan berubah, dan diharap bisa meningkatkan taraf hidup,” ucap Kang Uu.

“Intinya, kita selalu harapkan ada progres (penurunan angka kemiskinan), keluarga miskin tidak bertambah, dan inilah salah satu tanggung jawab pemerintah yakni mengentaskan kemiskinan,” tambahnya.

Menurut Kang Uu, sinergi yang kuat antara Pemda Provinsi Jabar dan pemerintah pusat menjadi kunci percepatan penanggulangan kemiskinan.
“Kalau di pusat tadi dikatakan ada sembilan kementerian terkait, maka kita juga akan melibatkan berbagai unsur demi mengentaskan kemiskinan di Jawa Barat,” katanya. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BANDUNG

Kota Bandung Gelar Peringatan Hari Kanker Anak

Published

on

Puluhan warga menggunduli kepalanya di Taman Dewi Sartika Balai Kota Bandung, Minggu (16/2/2020). Aksi ini merupakan bentuk dukungan kepada para anak-anak penderita kanker.

Jabarraya.com, Bandung – Puluhan warga menggunduli kepalanya di Taman Dewi Sartika Balai Kota Bandung, Minggu (16/2/2020). Aksi ini merupakan bentuk dukungan kepada para anak-anak penderita kanker. Aksi ini juga sekaligus untuk memperingati hari kanker anak.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bandung, Siti Muntamah Oded mengapresiasi seluruh stake holder yang telah memberikan dukungan kepada para penderita kanker khususnya anak-anak.

“Bagaimana pun yang terkena kanker harus didukungan dengan kepedulian. Kesembuhan adalah cita-cita bersama, tetapi tentu saja dengan usaha yang bisa dilakukan semua,” katanya.

Umi, sapaan akrab Siti Muntamah mengatakan, pihaknya terus berusaha menyosialisasikan sial kanker, khususnya kanker terhadap anak. Salah satu upaya pencegahan kanker yaitu demgan pola hidup sehat.

“Hidup sehat sangat penting. Ketika ada anggota keluarga atau warga Bandung yang terkena kanker, hadirkan kepedulian. Tidak panik kemudian cari tahu dan berobat,” bebernya.

Mengenai penanganan kanker, lanjut Umi, Jawa Barat sudah menyediakan layanan unit untuk kanker di Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan.

Menurutnya, layanan unit di rumah sakit tersebut perlu mengacu kepada layanan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) agar pelayanan khususnya kepada kanker lebih baik.

“Jabar sudah sediakan unit layanan khusus kanker di Rumah Sakit Al Ihsan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Bandung, Ina Lintang merasa bangga karena tahun ini diselenggarakan di taman kota. Ia yakin taman kota sangat pas bagi anak – anak agar bisa bermain.

“Spesial tahun ini lebih membumi ada di taman kota sebelumnya di mall. Didukung juga oleh Umi oded luar biasa, ini membumi,” tuturnya.

Ina menjelaskan, kunci untuk sembuh dari kanker adalah pengobatan yang rutin dan tepat.

“Kuncinya sembuh berdasarkan pendamping itu taat dalam pengobata. Itu 2-3 tahun prosesnya panjang. 5 tahun dinyatakan sembuh ketika mereka bisa ‘survive’. Ada yang sudah sembuh, ada yang sudah kuliah bahkan kerja. Intinya, keberlangsungan anak-anak bisa melanjutkan kehidupan normal,” ucapnya.

Salah satu orang tua yang anaknya penderita kanker, Aris Sodiman (39) menyampaikan bahwa putrinya yang berusia 4 tahun 8 bulan itu, baru diketahui mengidap penyakit tersebut ketika berusia 3 tahun. Anaknya itu sering demam, panas, lalu sembuh dan terasa kembali hal yang sama.

“Nafa ini (anaknya) baru ketahuan lebaran tahun kemarin. Awalnya, demam naik turun, demam lagi lalu badannya panas, minum obat dan sembuh, selang berapa minggu demam lagi. Akhirnya tahu, kita cek ke lab, di rumah sakit wilayah Banjar,” katanya.

Setelah mengetahui hal itu, ia pun mendapatkan saran dari sahabatnya untuk mengunjungi rumah singgah YKAKI di Kota Bandung. Atas tekad yang kuat untuk kesembuhan anaknya, Aris pun melancong dari kota Asalnya, Cilacap ke Kota Bandung.

“Saya disarankan ke sini (YKAKI) Alhamdulillah, anaknya mau, juga layanannya baik. Ketika pertengahan Juli 2019, 4 bulan pertama itu tinggal di sana (YKAKI Cabang Bandung),” jelasnya.

Setelah melakukan tahapan tersebut, putrinya pun melakukan kemoterapi selama satu bulan sekali.

“Dia (anaknya) lakukan kemoterapi 1 bulan sekali, biaya ditanggung sama YKAKI. Alhamdulillah ini membantu sekali saya sebagai buruh tani,” ujarnya. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BANDUNG

Sekda Baru Jabar, Kang Emil Minta Tetap Fokus Tingkatkan Kinerja dan Hindari Politik Praktis

Published

on

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar terpilih, Setiawan Wangsaatmadja.

Jabarraya.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar terpilih Setiawan Wangsaatmadja untuk fokus meningkatkan kinerja Pemprov Jabar dan jangan masuk dalam politik praktis.

“Jangan masuk dalam lingkup politik praktis jika ingin husnulkhatimah dalam menjalankan jabatannya,” tegas Ridwan Kamil saat pidato pelantikan Sekda baru di Gedung Sate Bandung, Jumat (14/02/2020).

Ia menegaskan jabatan sekda adalah jabatan karir bukan jabatan politis. Sudah banyak tugas menanti di Jabar diantaranya melanjutkan sejumlah proyek pembangunan yang terhenti dan melambat, hingga lobi dengan pusat untuk peningkatan anggaran bagi Jabar.

“Jabatan politis itu gubernur dan wakil gubernur, diluar itu tidak ada. Jangan terbawa dimensi lain yang merusak konsentrasi. Jabar butuh akselerasi pembangunan yang dikawal Sekda,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmadja mengaku Jabar buat dirinya tidak asing lagi. Karena 7 tahun lalu dirinya adalah aparat di Jabar yang menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

“Saya tidak asing di Jabar, karena Saya lama bertugas di Jabar terakhir sebagai kepala Dinas Lingkungan Hidup. Jadi mari sama-sama menjalankan visi misi Gubernur yang sudah digariskan” katanya.

Setiawan memahami benar bahwa tugasnya adalah membantu Gubernur dalam menjalankan program baik tingkat Provinsi maupun nasional yang ada di Provinsi. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending