Connect with us

KARAWANG

Setoran Retribusi TPI Karawang Tidak Pernah Capai Target

Published

on

Kegiatan pelelangan ikan di salah satu Tempat Pelelangan Ikan di wilayah Karawang.

Jabarraya.com, Karawang – Setoran retribusi tempat pelelangan ikan (TPI) yang diterima Dinas Perikanan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, selama tiga tahun terakhir tidak pernah mencapai target yang telah ditentukan.

Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karawang, Abu Bukhori, di Karawang, Senin (12/8/2019), mengatakan kalau selama ini sejumlah tempat pelelangan ikan (TPI) di Karawang rutin menyetor retribusi.

Tetapi diakui ada beberapa TPI di wilayah pesisir utara Karawang yang nyaris tidak pernah mencapai target retribusi. Sehingga itu berdampak terhadap tidak tercapainya target retribusi TPI secara umum.

“Ketentuan retribusi TPI itu diatur dalam Perda Nomor 3 tahun 2012 dan Perbup Nomor 106 tahun 2016,” katanya.

Catatan Dinas Perikanan setempat, di wilayah Karawang terdapat 15 TPI yang tersebar di sembilan kecamatan. Dari 15 TPI itu, yang rutin setor retribusi ke dinas setiap tahun selama tiga tahun terakhir ini sebanyak 12 TPI.

Tiga TPI yang tidak rutin setor retribusi ialah TPI Satar di Kecamatan Cilamaya Wetan serta TPI Sedari dan TPI Cemara di wilayah Kecamatan Cibuaya.

Selama setahun pada 2016, Dinas Perikanan Karawang menerima retribusi TPI Rp369.527.718 atau sekitar 76,61 dari target sebesar Rp482.350.000.

Begitu juga pada tahun 20017 setoran retribusi yang diterima hanya mencapai Rp333.820.144 atau 53,7 persen dari target Rp629.000.000.

Hal serupa juga terjadi pada 2018, dari target setoran retribusi mencapai Rp473.957.000, realisasinya mencapai Rp413.166.780.

Sementara realisasi setoran retribusi TPI pada 2019 hingga kini baru mencapai Rp190.144.163 dari target setahun ini yang mencapai Rp568.748.400. (mak)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KARAWANG

Polres Karawang akan Bantu Cegah Massa yang Akan Unjuk Rasa ke Jakarta

Published

on

Kepala Polres Karawang, AKBP Nuredy Irwansyah.

Businesstoday.id, Karawang – Jajaran kepolisian dari Polres Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan membantu mencegah setiap kelompok masyarakat yang berangkat ke Jakarta untuk berunjuk rasa saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

Kepala Polres Karawang, AKBP Nuredy Irwansyah, di Karawang, Rabu (16/10/2019), mengatakan kesiapan mereka mencegah siapapun atau kelompok manapun yang akan berangkat ke Jakarta dengan tujuan berunjuk rasa saat pelantikan presiden.

“Kami pastikan akan mencegah jika ada gerakan masyarakat yang akan berunjuk rasa ke Jakarta,“ katanya.

Terkait dengan kemungkinan kelompok mahasiswa dan pelajar Karawang yang akan berangkat ke Jakarta untuk berunjuk rasa saat pelantikan presiden, ia sudah berkoordinasi dengan pihak terkait.

Tetapi untuk sementara ini, jajaran kepolisian dari Polres Karawang belum menemukan indikasi kelompok mahasiswa atau pelajar Karawang yang akan berangkat ke Jakarta untuk berunjuk rasa saat pelantikan presiden.

“Masing-masing BEM atau organisasi mahasiswa lainnya menyatakan tidak akan berangkat ke Jakarta saat pelantikan presiden nanti,” kata dia.

Sementara itu, menjelang kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden, Polres Karawang menurunkan 1.200 personel gabungan untuk menjaga kondusifitas di sejumlah titik rawan di sekitar Karawang.

“Personel diprioritaskan untuk menjaga di titik keluar-masuk Karawang. Itu untuk mencegah kelompok masyarakat yang akan berunjuk rasa,“ kata dia. (mak)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KARAWANG

Pemkab Karawang Minta PJT II Jatiluhur Tambah Pengiriman Air Irigasi

Published

on

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana.

Jabarraya.com, Karawang – Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, minta Perusahaan Jasa Tirta II Jatiluhur untuk meningkatkan pengiriman air dengan menambah debit air yang digelontorkan ke saluran irigasi untuk mengairi areal persawahan.

“Selama musim kemarau ini, kami terus berkoordinasi dengan PJT (Perusahaan Jasa Tirta) II Jatiluhur,” kata Bupati setempat Cellica Nurrachadiana, di Karawang, Kamis (3/10/2019).

Ia mengatakan, hingga saat ini areal persawahan yang dilanda kekeringan terjadi di Kecamatan Pakisjaya dan Tirtajaya serta di wilayah Karawang selatan.

Kekeringan yang terjadi di Pakisjaya dan Tirtajaya itu disebabkan pasokan air dari saluran irigasi yang kurang maksimal.

Sedangkan kekeringan di wilayah Karawang selatan, itu terjadi karena areal sawah di daerah tersebut masuk kategori sawah tadah hujan.

Bupati menyampaikan kalau pihaknya sudah berkoordinasi dengan PJT II Jatiluhur agar menambah debit air yang digelontorkan ke daerah sekitar Karawang.

Sebelumnya pihak PJT II Jatiluhur menggelontorkan air ke wilayah Karawang dengan rata-rata 660 meter kubik per detik.

Tapi karena petani kesulitan air untuk mengairi areal sawah, pihaknya telah meminta PJT II Jatiluhur agar menambah debit air menjadi 700 meter kubik per detik.

Sementara itu, Dinas Pertanian Karawang menyampaikan kalau para petani di dua kecamatan menunda tanam karena air di saluran irigasi tidak sampai ke areal sawah mereka.

“Pada musim kemarau, hingga saat ini ada sekitar 3.000 hektare sawah yang mengalami tunda tanam,” kata Kepala Dinas Pertanian setempat Hanafi, di Karawang.

Ia mengatakan para petani yang menunda tanam tersebar di dua kecamatan, yakni di Kecamatan Pakisjaya dan Tirtajaya.

Kondisi itu terjadi karena pada musim kemarau tahun ini, air di saluran irigasi tidak sampai ke sawah mereka menyusul rusaknya saluran irigasi yang mengalir ke daerah itu.

Pihaknya telah meminta para petani untuk menunda tanam saat air di saluran irigasi tidak bisa mengairi areal sawah. Jadi petani diimbau tidak memaksakan diri melakukan penanaman saat tidak ada air agar tidak mengalami kerugian.
(mak)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KARAWANG

Daur Ulang Minyak Insiden Kebocoran Sumur YYA-1 Tunggu KLHK

Published

on

Direktur Hulu Pertamina,Dharmawan H Samsu.

Jabarraya.com, Jakarta – PT Pertamina menyampaikan bahwa rencana untuk mendaur ulang minyak tertangkap akibat insiden kebocoran di sumur YYA-1 di pantai utara Karawang, Jawa Barat masih menunggu kesimpulan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Maunya, kita ‘recycle’ ke sistem, tapi yang ‘declare’ rekan dari KLHK untuk menyimpulkan,” ujar Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu di Jakarta, Senin (23/9/2019).

Ia menyampaikan bahwa keputusan KLHK itu diantaranya terkait bahan bisa diolah atau menjadi Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

“Untuk sementara disimpan di tempat penyimpanan sementara dulu,” ucapnya

Ia mengemukakan bahwa minyak tertangkap akibat insiden kebocoran itu mencapai 42.034 barel.m yang tercampur air dan sebanyak 5,7 juta karung minyak tercampur lumpur dari darat.

“Kami melibatkan LIPI (lembaga ilmu pengetahuan Indonesia) untuk melakukan sampling, dari situ akan kami kalkulasi ulang untuk memastikan,” paparnya.

Terkait penanganan sumur YYA-1, Pertamina mengklaim kebocoran minyak di sumur itu telah berhasil dikendalikan setelah terkoneksinya sumur baru “relief well” (RW) dengan Sumur YYA-1.

Ketua Tim Penanganan PHE Taufik Adityawarman menyampaikan bahwa pihaknya telah mencapai “milestone” baru dalam penanganan sumur YYA-1 yaitu dengan keberhasilan proses “intercept” dimana sumur “relief well” telah berhasil terkoneksi dengan Sumur YYA -1 per Sabtu 21 September 2019 pukul 10.30 WIB.

“Dengan terkoneksinya dua sumur itu, maka saat ini kami dalam posisi telah dapat mengendalikan sumur YYA-1,” katanya.

Relief Well merupakan proses mematikan sumur YYA-1 dengan pengeboran dari samping yang dilakukan dari Rig Soehanah yang berjarak 1 km dari sumur YYA-1. (zim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending