Connect with us

BEKASI

Kantor Pelayanan SIM Resmi Pindah ke Komplek Perkantoran Pemkab Bekasi

Published

on

Wakapolres Metro Bekasi, AKBP Luthfie Sulistiawan mengunjungi Kantor baru pelayanan Satpas SIM Kabupaten Bekasi di Komplek Perkantoran Pemkab Bekasi.

Jabarraya.com, Cikarang – Kantor pelayanan Satuan penyelenggara administrasi (Satpas) SIM Kabupaten Bekasi, Jawa Barat resmi pindah ke komplek perkantoran Pemkab Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat.

“Pertanggal 12 Agustus 2019 kemarin kita resmi pindah ke sini dari semula di Jalan Inspeksi Kalimalang, Cikarang Utara, satu area dengan kantor unit Laka,” kata Kepala Unit Regiden Satlantas Polres Metro Bekasi AKP Bobby Gunardi di Cikarang, Selasa (13/8/2019)..

Bobby mengaku meski telah resmi berpindah namun Kantor Satpas SIM ini rencananya baru akan diresmikan pada 22 Agustus 2019 mendatang oleh Kakorlantas Polri dan Kapolda Metro Jaya.

“Nanti gerai SIM di Sentra Grosir Cikarang Cikarang Utara juga akan diresmikan namun gerai SIM itu hanya melayani perpanjangan SIM saja,” katanya.

Menurut Bobby, Kantor Satpas SIM baru ini memiliki gedung yang secara ukuran lebih luas dibanding kantor sebelumnya.

“Secara sistem juga sudah lengkap karena sudah kami persiapkan sebelumnya namun masih ada beberapa perlengkapan yang harus ditambah, seperti monitor, meja untuk pengisian aplikasi pemohon, pembatas ruang bermain anak dan lainnya, intinya masih bertahap,” ucapnya.

Gedung baru ini berdiri di atas lahan seluas 7.400 meter persegi dengan fasilitas yang lebih modern dan lengkap.

Wakapolres Metro Bekasi, AKBP Luthfie Sulistiawan mengatakan kuota pemohon SIM setiap hari di kantor baru ini tetap sama dengan kantor sebelumnya yakni 200 orang.

“Kuota pemohon tidak ada pengurangan atau penambahan. Intinya sama jumlahnya, 100 keping untuk pembuatan baru, 100 keping untuk perpanjangan,” katanya.

Luthfi melanjutkan Kantor Satpas SIM baru sesuai dengan prasyarat dan urutan kerja yang harus dipenuhi dan dilakukan sehingga alat dapat difungsikan dengan baik dan menghasilkan keluaran yang sesuai. (pks)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BEKASI

KPU Bekasi Akan Sandingkan Data Pileg di Telaga Murni

Published

on

Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Bekasi, Wahab Habieby.

Jabarraya.com, Bekasi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat akan melakukan penyandingan data perolehan suara pemilu legislatif daerah pemilihan Kabupaten Bekasi II di Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat pada Senin (19/08/2019).

Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Bekasi, Wahab Habieby di Cikarang, Minggu (18/8/2019), mengatakan, proses penyandingan data akan berlangsung di Kantor KPU Kabupaten Bekasi.

“Berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi kita akan menjalankan penyandingan data yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari sesuai perintah KPU RI,” kata Wahab.

Dia menjelaskan, penyandingan data dilakukan sebagai tindak lanjut dari amar putusan Mahkamah Konstitusi dalam perkara PHPU Nomor 199-05-12/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019 yang telah diputuskan pada 9 Agustus lalu.

“Dalam amar putusan, MK memerintahkan KPU untuk melakukan penyandingan data pada formulir C1 dengan formulir model C1 Plano untuk sejumlah TPS di Desa Telaga Murni,” katanya.

Wahab menambahkan untuk melakukan proses penyandingan data KPU Kabupaten Bekasi telah mengangkat dan melantik anggota PPK Cikarang Barat, PPS, dan KPPS pada Sabtu (16/82019), lalu.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bawaslu, Polres Metro Bekasi, dan perwakilan partai politik agar pada saat pelaksanaan dapat berlangsung lancar dan kondusif,” katanya.

Diketahui hingga saat ini KPU Kabupaten Bekasi belum dapat menetapkan pleno perolehan kursi dan penetapan calon legislatif terpilih untuk DPRD Kabupaten Bekasi menyusul dikabulkannya sebagaian permohonan PHPU oleh Mahkamah Konstitusi. (pks)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BEKASI

Pengedar Ribuan Pil Tramadol dan Hexymer di Bekasi Diringkus

Published

on

Dua pemuda dan satu pemudi pengedar pil jenis tramadol dan hexymer di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat diringkus aparat kepolisian setempat.

Jabarraya.com, Bekasi – Dua pemuda dan satu pemudi pengedar pil jenis tramadol dan hexymer di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat diringkus aparat kepolisian setempat.

Dari tangan pelaku polisi menyita bungkus plastik dan toples berisi 3.020 butir tramadol dan 4.007 butir heximer.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi AKP Sunardi di Cikarang, Rabu (14/8/2019), mengatakan, ketiga pengedar yang ditangkap itu bernama Arif (23), Agung Saputra (23), dan Dessy Ramada (21).

Ketiganya ditangkap saat petugas melakukan penggerebekan di toko farmasi yang berlokasi di Kampung Kandang, Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi pada Sabtu (10/08/2019) lalu.

“Mereka kami tangkap atas informasi warga yang resah akan aktivitas toko farmasi itu melakukan jual beli obat keras tanpa izin,” kata Sunardi.

Sunardi mengatakan toko farmasi yang digerebek petugas tersebut juga tidak memiliki izin bahkan izin yang dicantumkan adalah izin palsu.

“Memang tidak berizin juga, kedoknya sebagai toko farmasi tapi utamanya jual beli obat keras itu secara bebas,” kata dia.

Selain ribuan butir obat keras tramadol dan heximer yang diamankan, uang puluhan juta juga turut diamankan petugas saat proses penggeledahan.

“Saat penggerebekan di toko itu kita amankan ribuan butir obat keras dan uang tunai hasil penjualan sekitar Rp16 juta,” ungkapnya.

Sunardi menambahkan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kepemilikan toko tersebut berikut penyuplai obat keras di toko itu.

“Kita masih dalami tersangka lain, berdasarkan pengakuannya toko itu bukan miliknya dan ada yang kirim barang itu,” katanya lagi.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 196 juncto pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BEKASI

Petugas Sekuriti di Bekasi Diringkus karena Bawa Sabu

Published

on

Barang bukti sabu dan alat hisap berikut bukti pendukung lain yang diamankan petugas dari pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di Serangbaru, Kabupaten Bekasi.

Jabarraya.com, Bekasi – Seorang petugas sekuriti proyek di Kawasan Industri Delta Delapan, Desa Sukasari, Kecamatan Serangbaru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat diringkus petugas kepolisian diduga karena membawa narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba) jenis sabu-sabu saat bertugas.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi, AKP Sunardi di Cikarang, Rabu mengatakan, pelaku berinisial SH (44) ditangkap pada Senin (12/08/2019), pukul 20.00 WIB di pos sekuriti tempat dia berjaga.

“Kami menangkap satu orang pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu, pelaku merupakan seorang sekuriti,” kata Sunardi.

Penangkapan SH bermula saat petugas mendapat informasi bahwa di lokasi pos sekuriti tempat SH bekerja kerap dijadikan lokasi transaksi narkoba.

“Kita langsung lakukan pengintaian selama satu minggu untuk mengumpulkan bukti-bukti dari laporan dugaan transaksi narkoba di TKP (tempat kejadian perkara),” ungkapnya.

Setelah mendapat gambaran ciri-ciri terduga pelaku serta gerak-geriknya yang mencurigakan polisi langsung menghampiri pos sekuriti yang saat itu hanya dijaga SH. Oleh polisi, ia diperiksa dan digeledah seluruh badan serta lingkungan sekitar.

“Dari pengeledahan ditemukan satu bungkus paket kecil sabu-sabu yang disimpan di dalam dasbor sebelah kanan sepeda motor milik pelaku yang diparkir di samping pos jaga sekuriti,” kata dia.

Saat dimintai keterangan, pelaku mengaku barang haram itu merupakan pesanan milik temannya bernama Mas Min, seorang tukang las. SH berperan sebagai perantara transaksi dengan imbalan memakai sabu secara gratis.

“Dia (SH) mengaku dapat barang (sabu) dari seorang bandar bernama Neong, saat ini masih dalam pengejaran anggota,” katanya.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dengan mendatangi kediaman Neong. Di sana petugas menemukan empat paket bungkus sabu siap jual, satu set alat pakai sabu berupa bong, serta uang tunai Rp450.000 yang disembunyikan di lubang angin pintu kamar.

“Saat itu, tersangka (Neong) sudah tidak ada di rumahnya, hanya ada istrinya yang menyaksikan proses penggeledahan,” katanya lagi.

Sementara pelaku SH berikut barang bukti narkoba langsung diamankan ke Mapolsek Serangbaru untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Pria yang setiap hari bekerja sebagai sekuriti ini harus mendekam di tahanan. Dia diancam pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending