Connect with us

BOGOR

Pemkab Kenalkan Bogor ke Mata Dunia Lewat “Halimun Youth Camp” 2019

Published

on

Pemkab Bogor akan menggelar Halimun Youth Camp (HYCamp) 2019 dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI 2019 sekaligus mengenalkan destinasi wisata di Bogor ke mata dunia.

Jabarraya.com, Cibinong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat akan menggelar Halimun Youth Camp (HYCamp) 2019 dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI 2019 sekaligus mengenalkan destinasi wisata di Bogor ke mata dunia.

Panitia Pelaksana HYCamp 2019, Alfisa Triatmoko, Senin (12/8/2019), menjelaskan bahwa kegiatan mendaki puncak Gunung Halimun yang terletak di Kecamatan Nanggung, sebuah kawasan konservasi alam Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Kabupaten Bogor itu akan berlangsung pada tanggal 24 hingga 25 Agustus 2019.

“Ini upaya memromosikan sektor pariwisata berbasis perdesaan (eco tourism) di Kabupaten Bogor dengan melibatkan peserta dari mancanegara,” katanya di Cibinong.

Ia mengatakan, selain untuk memromosikan wisata Kabupaten Bogor, acara tersebut bertujuan memupuk kepedulian para pemuda terhadap kelestarian alam dan lingkungan.

“Banyak ya manfaatnya, para peserta HYCamp nanti selain mereka mendapatkan ilmu, relasi baru, juga akan dimanjakan dengan panorama alam Halimun yang sangat luar biasa,” katanya.

Ia menjelaskan beberapa destinasi wisata yang ada di Gunung Halimun Bogor antara lain, Kebun Teh Nirmala, Wisata Curug dengan 34 titik berbeda, terasering atau spot wisata persawahan, kantor bupati pertama, Serentaun yaitu budaya tahunan masyarakat setempat, “training venter”, dan lain-lain.

Untuk pendaftaran HYCamp 2019 ini dibuka mulai tanggal 6 hingga 19 Agustus 2019. Meski pendaftarannya dilakukan secara gratis, tapi usia pesertanya dibatasi, yakni 16 sampai 30 tahu.

Masyarakat bisa membuka akun Instgram @hycamp2019 dan Facebook Page @halimunyouthcamp untuk mengetahui persyaratan lebih lengkap, demikian Alfisa Triatmoko. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BOGOR

NU Kota Bogor Dukung Wali Kota Bima AryaTuntaskan Kasus Gereja Yasmin

Published

on

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor Dr Ir Ifan Haryanto,

Jabarraya.com, Bogor – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor, Jawa Barat, menyatakan dukungan atas sikap Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang mengaku akan menuntaskan kasus Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di tahun ini.

Ketua PCNU Kota Bogor Ifan Haryanto di Bogor, Kamis (15/8/2019), mengatakan bahwa keinginan Bima Arya ini perlu didukung dengan cara menyusun langkah-langkah konkret dalam mencari solusinya.

“PCNU Kota Bogor mengapresiasi dan menyambut positif. Perlu ada langkah kongkret untuk mencari solusi dan melibatkan seluruh pihak terkait guna menyelesaikan masalah dengan jalan terbaik,” kata Ifan melalui keterangan tertulisnya yang diterima Antara di Bogor.

Menurutnya, prinsip ahlussunah wal jama’ah yang dipegang NU, mengamalkan sikap tasamuh atau toleransi yang juga menjadi latar belakang pihaknya mendukung penuh penyelesaian kasus GKI Yasmin.

“Dukungan ini melalui sikap tawwasuth (berada di tengah), tawazun (menjaga keseimbangan) dan i’tidal (tegak lurus) dalam ikut serta membangun Kota Bogor yang damai dan toleran,” ujarnya.

Seperti diketahui, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku optimistis kasus Gereja GKI Yasmin yang sudah bergulir sejak lama bisa tuntas tahun ini dengan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Saya yakin Yasmin selesai, mudah-mudahan Natal tahun ini ada kabar baik untuk kita semua,” kata Bima dalam seminar bertajuk “Mendorong dan Memperkuat Kebijakan Toleransi dan Anti Diskriminatif di Indonesia” yang diselenggarakan SETARA Institute, di Jakarta Pusat, Selasa.

Perkara ini terus berlarut selama bertahun-tahun, seiring rencana Pemkot Bogor merelokasi Gereja di area perumahan Taman Yasmin, mendapat penentangan. Pada periode pertamanya menjabat Wali Kota di 2014, Bima sempat menyegel Gereja. Langkah itu dilakukan mengikuti Surat Keputusan Nomor 645.45-137 Tahun 2011 tentang Pencabutan izin mendirikan bangunan (IMB) GKI Yasmin pada 11 Maret 2011, yang dikeluarkan wali kota sebelumnya.

Hal ini mendatangkan berbagai respon negatif, pasalnya Mahkamah Agung telah mengeluarkan putusan nomor 127/PK/TUN/2009 pada 9 Desember 2009 memenangkan GKI Yasmin terkait dengan IMB. (mfs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BOGOR

Apersi Jabar III Dorong Pemda Sosialisasi Izin Perumahan Lewat DPMPTSP

Published

on

Ketua Apersi Korwil Jawa Barat III, Ahmad Yani Hasim

Jabarraya.com, Bogor – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Koordinator Wilayah Jawa Barat II mendorong pemerintah daerah setempat intensif melakukan sosialisasi peraturan baru mengenai izin perumahan yang kini terpusat satu pintu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Awalnya kan ke kantor kecamatan, tapi sekarang semua berpusat pada DPMPTSP. Ini kurang sosialisasi, banyak teman-teman pengembang belum memahami itu,” kata Ketua Apersi Korwil Jawa Barat III, Ahmad Yani Hasim dalam acara Gathering Pengembang Perumahan Daerah Bogor Raya dan Depok di Lorin Hotel Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (15/8/2019).

Menurutnya, awal peralihan pengurusan izin tersebut sempat menjadi kendala bagi para pengembang perumahan saat mengajukan permohonan izin pembangunan. Pria yang akrab disapa Yanyan ini bahkan membeberkan tersendatnya izin sekitar 350 unit rumah akibat ketidaktahuan pengembangnya.

“Ketika diajukan, pihak kecamatan memberikan izin untuk menerbitkan IMB, sedangkan pemda tidak mengizinkannya, jadi sempat ada tumpang tindih,” beber Yayan.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Bogor, Dace Supriadi menjelaskan bahwa peralihan izin perumahan ke dinasnya itu merupakan amanat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sehingga perizinan perumahan ikut digabung dengan perizinan lain melalui aplikasi One Single Submission (OSS).

“Semua yang sifatnya usaha harus melalui OSS. Dan mekanisme pemberkasan sesuai dengan SOP yang telah ditentukan, mulai dari izin lokasi, site plan hingga amdal lalin. Dan sekarang semua masuk ke DPMPTSP,” kata Dace.

Menurut Dace, pemberlakuan sistem perizinan satu pintu ini salah satunya untuk mempersempit ruang gerak oknum pejabat untuk “bermain” di sektor perizinan.

“Jadi camat tidak boleh lagi mengeluarkan IPPT juga IMB bagi pengembang perumahan karena izinnya sekarang semuanya harus melalui DPMPTSP,” tuturnya.(KR-MFS). (mfs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BOGOR

Bupati dan Pejabat Bogor Kirab Kain Merah-Putih 100 x 5 Meter

Published

on

Muspida dan warga Kabupaten Bogor mengarak kain merah-putih berukuran 100 x 5 meter keliling wilayah Bogor dalam Kirab Merah Putih 2019, Kamis (15/8/2019).

Jabarraya.com, Bogor – Bupati Bogor Ade Yasin bersama unsur Musyawarah Pimpinan Daerah Kabupaten Bogor dan warga mengarak kain merah-putih berukuran 100 x 5 meter keliling Bogor dalam kegiatan Kirab Merah Putih 2019 pada Kamis (15/8/2019), menjelang peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus.

“Berjalan 2,5 kilometer tidak seberapa dibandingkan dengan perjuangan para pahlawan kemerdekaan kita dulu,” katanya usai kirab dengan rute dari Lapangan Tegar Beriman menuju Cibinong City Mall (CCM).

Kegiatan yang melibatkan 4.000 peserta itu dimulai dengan apel di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, disusul pembentangan kain merah-putih yang kemudian diarak ke halaman parkir CCM.

Ade mengatakan setelah kirab, kain merah-putih itu akan dilipat dan dibawa ke Balai Kota Bogor.

“Dari Cibinong ke Kota Bogor. Ini dua kegiatan yang disatukan. Kota dan Kabupaten Bogor saudara, terintegrasi kerja sama menyukseskan Kirab Merah Putih,” katanya.

Kain merah-putih dari Kabupaten Bogor tersebut selanjutnya akan dibentangkan dari Bogor Trade Mall sampai ke halaman Balai Kota Bogor.

Ketua Festival Merah Putih (FMP) 2019 Awaluddin Sarmidi mengatakan bahwa Kirab Merah Putih merupakan bagian dari rangkaian festivak yang digelar sebulan penuh selama Agustus untuk memperingati hari kemerdekaan RI. (mfs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending