Connect with us

CIANJUR

DPRD Cianjur Agendakan Pembentukan Fraksi dan Pimpinan Definitif

Published

on

Pimpinan sementara DPRD Cianjur, Andri Suryadinata.

Jabarraya.com, Cianjur, Jawa Barat – DPRD Cianjur, Jawa Barat, segera mengagendakan pembentukan fraksi dan membahas penetapan pimpinan definitif, sebelum membahas penyusunan tata tertib dan orientasi anggota legislatif periode 2019-2024.

Pimpinan sementara DPRD Cianjur Andri Suryadinata, pada wartawan Senin, berkata, komunikasi dengan setiap partai politik akan dilakukan pekan ini, sebagai upaya pembentukan fraksi di kantor DPRD Cianjur.

“Kemungkinan ada fraksi yang digabung karena keterwakilannya hanya beberapa orang, sehingga agenda pertama pembahasan pembentukan fraksi. Sebelumnya kami akan berkomunikasi dengan parpol terkait, sebelum menentukan ketua definitif,” katanya.

Setelah agenda tersebut, tutur dia, seluruh anggota DPRD Cianjur periode 2019-2024 akan mengikuti kegiatan pembahasan tata tertib (Tatib) sebagai pedoman dan aturan anggota dalam bekerja.

Ia menjelaskan, kedua agenda tersebut didahulukan karena jadwal untuk orientasi dewan baru akan berlangsung September, sehingga masih ada waktu untuk membahas tata tertib hingga pembentukan fraksi.

“Sebelumnya menunggu keputusan apakah tatib didahulukan atau orientasi, namun setelah ada keputusan dari provinsi, kedua agenda tersebut akan didahulukan,” katanya.

Sementara hingga saat ini, lima puluh orang wakil rakyat yang terpilih dalam pemilu 2019, mulai melakukan sejumlah kegiatan internal, sambil menunggu pembentukan stuktural fraksi dan komisi di DPRD Cianjur. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CIANJUR

PLN Berharap Pemkab Cianjur Bantu Proses Izin Pembangunan Gardu Induk

Published

on

PLN berharap Pemkab Cianjur, Jawa Barat, membantu proses izin pemanfaatan lahan untuk pembangunan gardu induk di Kecamatan Tanggeung, guna mendukung pasokan listrik ke wilayah selatan dapat stabil.

Jabarraya.com, Cianjur – PT PLN berharap Pemkab Cianjur, Jawa Barat, membantu proses izin pemanfaatan lahan untuk pembangunan gardu induk di Kecamatan Tanggeung, guna mendukung pasokan listrik ke wilayah selatan dapat stabil.

“Keberadaan gardu induk akan mengamankan jaringan listrik di berbagai kecamatan di wilayah selatan karena hingga saat ini jaringan listrik menuju selatan belum memadai sehingga pasokan listrik belum stabil,” kata Supervisor SDM & Adm PT PLN (Persero) Area Cianjur, Deetje Mardijjah pada wartawan di Cianjur, Selasa (15/10/2019).

Belum stabilnya pasokan energi listrik ke wilayah tersebut, ungkap dia, karena gardu induknya jauh, sehingga keberadaan gardu induk di Kecamatan Tanggeung, membuat pasokan aman dan gangguan dapat diminimalkan.

Ia menjelaskan dalam kegiatan costumer gathering yang digelar beberapa hari lalu, Pemkab Cianjur akan membantu memperlancar perizinan terutama untuk pemanfaatan lahan.

“Plt Bupati Cianjur akan membantu proses perizinan karena akan mengunakan lahan milik Perhutani. Harapan kami izin tersebut dapat keluar dan segera dibangun gardu induk di wilayah tersebut,” katanya.

Meskipun pembangunan gardu induk menjadi kewenangan Unit Induk Pembangunan dari PT PLN, namun pihaknya berharap rencana tersebut dapat segera terlaksana agar pasokan ke berbagai wilayah selatan dapat berjalan lancar dan normal.

“Selama ini warga di selatan Cianjur, banyak mengeluhkan minimnya pasokan listrik ke wilayah tersebut. Terlebih ketika musim hujan, listrik kerap padam karena faktor alam,” katanya. (ahm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

CIANJUR

Diduga Keracunan, Delapan Warga di Bawa ke RSUD Cianjur

Published

on

warga cianjur mengungsi untuk menghiNdari keracunan akibat menghirup bau kaporit yang menyengat setelah tabung kaporit di bak penampungan air Perumdam Cianjur meledak, Senin (30/9/2019) malam.

Jabarraya.com, Cianjur – Sebanyak delapan warga dibawa ke RSUD Cianjur, Jawa Barat diduga keracunan akibat meledaknya tabung kaporit di bak penampungan air milik Perumdam Cianjur di dekat perkampungan mereka.

Sekitar 100 warga lainnya di Kampung Ciajag, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku itu, terpaksa mengungsi karena tidak kuat mencium bau kaporit yang menyengat yang membuat mereka sempat kesulitan bernapas.

“Hingga tengah malam, ratusan warga mengungsi ke pinggir Jalan Raya Cianjur-Cibeber yang berjarak beberapa ratus meter dari perkampungan, untuk menghindari keracunan akibat mencium bau kaporit,” kata Cecep Mulyadi (27), saksi mata yang juga warga sekitar kepada wartawan di Cianjur, Senin (30/9/2019).

Ia mengaku sempat mendengar suara dentuman cukup keras yang berasal dari dalam bak penampungan air tersebut. Selang beberapa saat kemudian, bau menyengat membuat warga mengalami sesak napas, muntah-muntah, dan beberapa orang sempat pingsan.

Mendapati hal tersebut, warga melapor pihak desa dan polsek setempat. Warga yang mengalami sesak napas akut dan pingsan langsung dibawa ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan pertolongan medis, sedangkan yang mengalami sesak napas ringan ditangani pihak keluarga dan tim kesehatan desa.

“Menjelang tengah malam korban yang mengalami keracunan terus bertambah, ada yang dirawat di rumah dan ada yang dibawa ke rumah sakit, sedangkan sekitar seratusan orang lainnya mengungsi karena tidak kuat menghirup bau menyengat,” katanya.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi, kemudian melakukan pendataan terhadap warga yang mengalami keracunan dan warga yang mengungsi. Namun, diperkirakan jumlah korban keracunan terus bertambah karena bau kaporit masih menyengat.

“Kami masih melakukan pendataan, belum tahu pasti berapa orang yang mengalami keracunan karena warga yang mengungsikan sebagian besar mengeluhkan sesak napas, pusing, mual, dan muntah-muntah,” kata petugas dari Mapolsek Cilaku. (adf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

CIANJUR

Diduga Penyebab Keracunan, Petugas Amankan Tabung Kaporit yang Meledak

Published

on

Bak penampungan air milik Perumdam Tirtamukti Cianjur, Jawa Barat, di Kampung Ciajag, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, dipasang garis polisi, Senin (30/9/2019) malam.

Jabarraya.com, Cianjur – Petugas Perumdam Tirtamukti Cianjur, Jawa Barat berupaya mengamankan tabung kaporit yang menyebabkan 10 warga Kampung Ciajag, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku mengalami keracunan dan ratusan orang lainnya mengungsi.

Kepala Bagian Produksi Perumdam Tirtamukti Cianjur, Dikdik Sadikin, kepada wartawan di Cianjur, Senin (30/9/2019), mengatakan pihaknya langsung melakukan upaya untuk menekan bau menyengat dari tabung kaporit yang meledak dengan cara mencabut tabung dari lokasi.

Namun, upaya tersebut membutuhkan waktu agar bau menyengat dapat hilang, agar jumlah warga yang mengalami keracunan tidak terus bertambah dan warga yang mengungsi dapat kembali ke rumahnya masing-masing.

“Petugas masih berupaya melepaskan tabung dari tempatnya untuk dibenamkan ke dalam bak air agar bau menyengat hilang. Kami masih mencari penyebab tabung tersebut meledak,” katanya.

Hingga tengah malam, sebagian besar warga yang sempat mengungsi ke sejumlah tempat mulai kembali ke rumah masing-masing karena bau menyengat mulai berkurang.

Namun, tidak sedikit orang tua yang membawa anak balita masih bertahan di madrasah setempat karena takut bau kaporit masih dapat berdampak terhadap pernapasan anaknya.

“Meskipun bau menyengat sudah mulai berkurang, namun kami masih was-was akan berdampak terhadap pernapasan anak. Kami berharap Perumdam Cianjur bertanggung jawab atas peristiwa ini,” kata Sari, salah seorang ibu rumah tangga dan warga setempat.

Sebanyak 10 warga yang mengalami keracunan cukup parah akibat menghirup bau kaporit, mendapatkan perawatan intensif di RSUD Cianjur, sedangkan sebagian besar lainnya mengeluh sesak napas, muntah-muntah, dan pingsan akibat kejadian itu. (adf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending