Connect with us

CIREBON

PEMKOT Cirebon Upayakan Solusi Peserta BPJS Kesehatan PBI

Published

on

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon, Iing Daiman.

Jabarraya.com, Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, akan mengupayakan dan mencarikan solusi bagi warga yang menjadi peserta BPJS Kesehatan dari sektor penerima bantuan iuran (PBI) yang dinonaktifkan.

“Kita sedang mencari solusi terkait penonaktifan peserta BPJS Kesehatan sektor PBI,” kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon Iing Daiman di Cirebon, Rabu (7/8/2019).

Iing mengatakan ada 10.591 peserta BPJS kesehatan dari sektor PBI APBN non BDT di Kota Cirebon yang dinonaktifkan.

Dan pihaknya akan tetap sampaikan informasi penonaktifan tersebut kepada masyarakat. Penonaktifan tersebut merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial (Kemensos).

“Kami memberikan solusi kepada mereka di antaranya menawarkan kepesertaan mandiri. Namun dengan catatan, tidak perlu lagi menunggu waktu 14 hari untuk aktivasi,” ujarnya.

Sehingga saat mereka membuat secara mandiri, saat itu juga bisa langsung aktif begitu membutuhkan layanan kesehatan.

Alternatif lainnya kata Iing yaitu dengan mencover dalam APBD, namun yang menjadi masalah, APBD Kota Cirebon terbatas.

Karena itu, lanjut Iing, mereka akan melakukan kontrol dan evaluasi di lapangan di masa transisi yang berlaku hingga 1 September mendatang.

“Kami akan membuka aduan melalui aplikasi Dipandusobat atau digital pemantauan dan pengaduan masalah sosial secara akurat,” katanya.

Melalui aplikasi tersebut Iing berharap ada masyarakat yang memberitahukan jika tetangga mereka sebenarnya sudah tidak layak untuk menerima layanan tersebut.

“Jadi ada saling kontrol, sehingga nantinya, layanan kesehatan tersebut sesuai dengan peruntukannya, yaitu untuk keluarga yang benar-benar tidak mampu,” tuturnya.

Sementara Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Anwar Sanusi mengatakan akan mencari solusi untuk menyelamatkan warga Kota Cirebon yang benar-benar tidak mampu, agar tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Harus ada pemikiran ekstra, agar saudara-saudara kita yang tidak mampu tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan,” katanya. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CIREBON

Cerita Nelayan Penemu Hiu Paus di Cirebon, Evakuasi Gunakan Dua Perahu

Published

on

Petugas Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP) memeriksa bangkai ikan hiu paus (Whale Shark) yang ditemukan mati di pantai Ambulu, Losari, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (20/9/2019).

Jabarraya.com, Cirebon – Nelayan asal Desa Ambulu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (20/9/2019), menemukan seekor hiu paus yang berada di sekitar perangkap miliknya dengan keadaan sudah mati dan untuk mengevakuasi digunakan dua perahu motor.

“Pas saya temukan ikan itu sudah mati. Dan posisinya persis di sekitar perangkap yang saya pasang,” kata seorang nelayan penemu hiu paus Carlim di Cirebon, Minggu (22/9/2019).

Menurutnya pada saat berangkat ke laut untuk mengambil perangkap ikan yang sudah dipasang, dia kaget karena ada seekor ikan yang cukup besar berada di sekitar perangkapnya.

Dan setelah dicek ternyata kondisi ikan tersebut kata Carlim sudah mati dan juga terdapat beberapa luka. Namun dia mengaku tidak tahu penyebab ikan itu mati.

“Waktu itu ikan yang saya temukan memang sudah mati, tapi kalau penyebabnya tidak tahu,” ujarnya.

Penemuan ikan hiu paus tersebut kata Carmin masih di perairan yang cukup dalam, karena jarak dari darat juga sekitar 3 kilometer lebih.

“Kalau kedalamannya ya sekitar 6 meter, cukup jauh juga dari daratan,” ujarnya.

Carlim mengaku saat membawa ikan itu ke darat menggunakan dua perahu motir, karena bobot ikan tersebut juga lumayan berat.

Selain itu panjang ikan juga hampir 5 meter, sehingga sulit kalau dibawa menggunakan perahu sendiri yang berukuran kecil.

“Saya tarik menggunakan perahu dua, karena ukurannya kan juga besar,” katanya. (kli)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

CIREBON

Pemkot Cirebon – BBWS Sepakat Perindah Sempadan Sungai Tarik Turis

Published

on

Wali Kota Cirebon Nasruddin Azis

Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung bersepakat untuk menata dan memperindah sempadan sungai Cikalong hal ini dilakukan guna menarik wisatawan.

“Pemkot Cirebon dan BBWS sudah sepakat untuk membuat taman tematik di sekitar sungai Cikalong. Taman tematik ini juga berfungsi untuk penguatan senderan sungai,” kata Wali Kota Cirebon Nasruddin Azis di Cirebon, Kamis (19/9/2019).

Azis mengatakan pembuatan taman tematik juga harus memberikan efek positif bagi warga untuk dimanfaatkan sebagai daerah wisata dan diharapkan bisa menarik wisawatan.

Penataan itu juga sesuai dengan visi Kota Cirebon sebagai kota kreatif berbasis budaya dan sejarah. Sehati kata Azis juga memiliki akronim Sehat, Hijau, Agamis, Tentram dan Inovatif.

“Harapan kita tentunya sungai juga akan membantu dan mendukung program pariwisata Kota Cirebon,” tuturnya.

Sementara Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Daya Air Kementrian PUPR Dwi Aryani Semadhi K mengatakan pihaknya mengapresiasi Pemkot Cirebon yang mendorong perbaikan di sempadan Sungai Cikalong.

Perbaikan tentunya untuk mengembalikan fungsi sungai karena banyaknya masyarakat membuat bangunan di sepanjang sungai.

“Ini salah satu langkah untuk antisipasi pelanggaran tersebut. Kami ingin membuat daerah terbuka berupa taman yang terdiri dari jogging track, tempat kongkow dan lainnya,” katanya. (kli)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

CIREBON

KAI Cirebon Catat 45 Orang Meninggal Tertabrak Kereta

Published

on

Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon Luqman Arif

Jabarraya.com, Cirebon – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon, Jawa Barat, mencatat sebanyak 45 orang meninggal dunia akibat tertabrak kereta selama Januari hingga September 2019, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Selama 2019, di wilayah Daop 3 Cirebon telah terjadi 47 kali kecelakaan yang mengakibatkan 45 nyawa melayang,” kata Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon Luqman Arif di Cirebon, Selasa (17/9/2019).

Dia mengatakan kecelakaan di perlintasan juga kerap terjadi lantaran tidak sedikit pengendara yang tetap melaju meskipun sudah ada peringatan melalui sejumlah rambu.

Kecelakaan itu terjadi baik di perlintasan sebidang resmi yaitu yang ada penjaganya maupun tidak ada penjaga sehingga perlu disadari semua pihak bahwa kereta api tidak bisa berhenti mendadak.

Menurutnya pada 2019 ini kecelakaan yang terjadi di wilayah operasi Daop 3 Cirebon meningkat dibandingkan tahun 2018 lalu, di mana untuk korban jiwa tercatat kurang dari 40 orang.

“Memang kejadian kecelakaan mengalami peningkatan dibanding tahun lalu,” tuturnya.

Luqman mengimbau semua pengguna jalan raya di perlintasan sebidang untuk lebih berhati-hati saat akan melintas.

“Selain itu pengendara wajib berhenti sejenak untuk memastikan kanan kiri aman tidak ada kereta yang lewat dan baru melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Kewajiban pengguna jalan juga termuat dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian sebagaimana Pasal 124 yang berbunyi, Pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

“Kami meminta pengguna jalan raya mengutamakan perjalanan kereta sesuai aturan yang berlaku demi keselamatan kita bersama,” tuturnya. (kli)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending