Connect with us

BANDUNG BARAT

Gerindra Tuding Panwaslu Kabupaten Bandung Tidak Paham Undang-Undang

Published

on

Prabowo Subianto menyapa warga Jawa Barat.

Jabarraya.com, Jakarta – Partai Gerindra bereaksi keras atas sikap Panwaslu Kabupaten Bandung yang menyudutkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, terkait pernyataan agar rakyat menerima uang di masa Pilkada.

“Kami menilai Panwaslu tidak paham peraturan, dan tidak menyimak kalimat dalam pidato Pak Prabowo secara utuh,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, di Jakarta, Sabtu (31/3/2018).

“Saran Pak Prabowo tersebut, justeru merupakan solusi cerdas untuk menghentikan politik uang”

Dasco menjelaskan bahwa Prabowo Subianto tidak hanya menganjurkan rakyat menerima uang, namun juga menyarankan rakyat untuk tidak mau diatur oleh si pemberi uang, dan tetap memilih sesuai dengan hati nurani.

BACA JUGA : Jangan Terbuai Janji Manis, Masyarakat agar Lebih Kritis Memilih Pemimpin

“Dengan demikian seruan Pak Prabowo tersebut tidak melanggar ketentuan Pasal 187A UU Pilkada,” katanya.

Menurut Dasco, norma dalam Pasal 187A secara tegas mengatur yang bisa dipidana adalah yang menerima uang dan terpengaruh atau menuruti permintaan si pemberi uang.

“Justru saran Pak Prabowo tersebut merupakan solusi cerdas untuk menghentikan politik uang yaitu agar pelaku politik uang jera, sebab uang yag mereka keluarkan menjadi sia-sia dan tidak mempengaruhi hasil pemilihan,” katanya.

Seperti diketahui, seperti dilansir Indonesiaraya.co.id, pada Jumat (30/3/2018) kemarin, Prabowo melakukan kunjungan partai ke Kabupaten Bandung. Di hadapan ratusan kader dan simpatisannya di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung.

Prabowo sempat berbicara banyak hal, dari mulai soal kepemimpinan hingga soal proyek infrastruktur yang tengah digencarkan pemerintahan Joko Widodo.

Panwaslu Kabupaten Bandung menilai ada beberapa dugaan pelanggaran dalam kampanye tersebut. Salah satu yang disoroti adalah orasi politik Prabowo terkait money politic.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan, boleh menerima jika ada calon kepala daerah yang bagi-bagi uang saat pilkada, namun tetap pilih yang sesuai hati nurani.

“Ini membahayakan sebab dalam Undang-undang Pemilu itu baik yang menerima uang maupun pemberi uang jika terbukti bisa dipidana,” kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Panwaslu Kabupaten Bandung, Hedi Ardia.

Kendati demikian, karena masih dugaan, pihak Panwaslu tidak akan terburu-buru memutuskan kedua hal tersebut sebagai pelanggaran. (bud)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BANDUNG BARAT

Bupati KBB Klarifikasi Kabar OTT oleh KPK

Published

on

Bupati Kabupaten Bandung Barat, Abubakar.

Jabarraya.com, Bandung – Bupati Kabupaten Bandung Barat, Abubakar, mengklarifikasi kabar yang menyatakan bahwa dirinya terkena operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya beredar kabar Abubakar telah diamankan beserta enam orang lainnya oleh KPK, namun pada Selasa (10/4/2018) malam, Abubakar datang ke kediamannya di Jalan Mutiara 1, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, seperti dilansir Indonesiaraya.co.id.

Kepada wartawan, Abubakar mengaku kaget atas berita yang muncul terkait OTT dirinya. Menurutnya, dari pagi hingga sore, ia sibuk dengan pekerjaannya sebagai kepala daerah serta mempersiapkan istrinya, Elin Suharlian, yang ikut dalam kontestasi Pilbup KBB.

Kabar OTT tersebut ia terima saat mendampingi Elin dalam persiapan menghadapi debat publik Pilbup KBB yang digelar pada Rabu malam.

“Hari ini mungkin ada sesuatu yang sangat luar biasa yang terjadi yang memang erat kaitannya dengan jabatan saya sebagai kepala daerah. Dari pagi sampai hari ini saya sedang menjalankan tugas sebagai kepala daerah,” kata dia saat ditemui di kediamannya, Selasa.

Namun dia tidak menyangkal bahwa dirinya sempat ditemui dua petugas dari KPK yang datang sekitar pukul 17.00 WIB. Pertemuan digelar di rumah dinasnya di Padalarang.

Kedatangan dua petugas tersebut, kata Abubakar, hanya meminta keterangan mengenai kabar bahwa ia meminta penggalangan dana kepada sejumlah kepala dinas untuk keperluan berobat serta modal istrinya maju di Pilbup.

“Saya jelaskan justru terbalik. Saya sangat mewanti-wanti bahwa saya terus terang, saya tidak minta dibekali apa-apa. Saya minta diberikan doa saja supaya saya sehat, kuat, bisa menyelesaikan tugas,” katanya.

Bahkan kepada petugas KPK, ia meminta bukti jika memang dirinya telah meminta para kepala dinas untuk melakukan penggalangan dana.

“Kalau persoalan isu mereka menggalang dana dan sebagainya mari buktikan ada gak? Tidak ada nominal ini hanya isu,” katanya.

Ia melanjutkan, pertemuan dengan petugas KPK selesai sekitar pukul 19.00 WIB. Ia pun menyatakan siap jika perugas dari KPK datang kembali dan meminta keterangannya selama dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah.

“Saya sendiri menyampaikan (kepada petugas KPK) kalau memang keterangan saya masih dibutuhkan saya siap dan posisi keterangan saya tidak akan berubah,” katanya.

Abubakar menduga, isu OTT ini ada kaitannya dengan kontestasi Pilbup, terlebih istrinya kini mencoba peruntungan untuk melanjutkan kepemimpinan yang telah ia duduki selama dua periode.

“Ya kaitan dengan Pilkada jelas cuma saya tidak mau dulu menduga saya hanya ingin berbicara fakta,” kata dia, seperti dikutip Antara. (sep)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BANDUNG BARAT

Di Kota Parahyangan Bandung, Prabowo Subianto Disambut Ribuan Pendukungnya

Published

on

Prabowo Subianto diserbu warga, setelah menunaikan ibadah shalat Jumat, di Mesjid Al Irsyad Satya, Kota Parahyangan Baru, Kabupaten Bandung Barat. Jawa Barat.

Jabarraya.com, Bandung Barat – Di sepanjang jalan menuju Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, lokasi di mana Prabowo Subianto menyampaikan orasi politik. Terpantau, banyak sekali spanduk, banner, dan kaos yang bertuliskan dukungan untuk Prabowo agar kembali menyalonkan diri sebagai presiden.

Kehadiran Prabowo, adalah dalam rangkaian kegiatan “Prabowo Menyapa Jawa Barat”. Turut hadir Calon Bupati Kabupaten Bandung Barat Doddy Imron Cholid dan wakilnya Pupu Rohayati. Terlihat juga Anggota DPR RI Rachel Maryam.

“Saya meminta kepada para hadirin untuk memenangkan dulu Sudrajat dan Syaikhu,” kata Prabowo

Seperti dilansir Media Indonesiaraya.co.id, kegiatan yang dibuka oleh pemandu acara yang meneriakkan nama “Prabowo” itu langsung ditanggapi oleh riuh suara hadirin yang menyambut, dengan meneriakkan “Presiden!”.

BACA JUGA : Warga Depok Juga Sudah Siap Menyambut Prabowo Subianto

Teriakan “Prabowo Presiden!” terus menggema dan menyela Pidato Ketua Partai Gerindra itu sejak awal hingga selesai, di hotel yang berada di kawasan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (30/3/2018).

“Saya ucapkan terimkasih kepada saudara-saudara yang telah menyambut kedatangan saya” ujar Prabowo, di Hotel Hotel Mason Pine, Jalan Raya Parahyangan KM 1.8, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Menangkan Sudrajat-Syaikhu, Baru Bicara Pilpres

Sementara itu, dalam pidatonya, Prabowo meminta semua kader dan simpatisan untuk berjuang memenangkan Sudrajat-Syaikhu di Pilgub Jabar, setelah itu baru bicara Pilpres 2019.

“Saya meminta kepada para hadirin untuk memenangkan dulu Sudrajat dan Syaikhu. Selanjutnya, nanti kita tunggu di 2019,” tuturnya yang disambut riuh ratusan kader dan simpatisan.

Prabowo mengatakan, inti masalah bangsa, menurutnya adalah bangsa yang kaya, tapi kekayaan kita diambil oleh bangsa lain.

“Kekayaan kita oleh elit bangsa tidak mampu dikelola. Maka itu, kalau ingin mengubah, kita harus menuntut hak,” ungkapnya.

Prabowo memperlihatkan bunyi pasal 33 ayat 1-3 dalam Undang-Undang melalui layar lebar. Adapun isi dari ketiga ayat itu, pada intinya, mengenai pengaturan sumber daya alam yang dimiliki agar bisa diatur serta dinikmati oleh segenap masyarakat Indonesia. (bud)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BANDUNG BARAT

Dihadiri Cagub Sudrajat, 3.000 Relawan Posko Teh Iis Ngumpul di Pangalengan

Published

on

Cagub Jabar Sudrajat akan hadir langsung bertemu dengan ribuan relawan.

Jabarraya.com, Bandung – Sebanyak 3.000 relawan pasangan Sudrajat-Syaikhu, pada hari Sabtu 3 Maret 2018 besok, akan menggelar apel akbar di lapangan kebun teh Malabar, Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Acara yang digelar Relawan “Posko Teh Iis” ini akan dikemas dengan pasar murah dan pentas hiburan. Rencananya, acara ini juga akan dihadiri langsung oleh calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Sudrajat.

“Sebanyak 6.300 relawan yang sudah resmi bergabung. Kami yakin jumlah ini akan terus bertambah”

“Pak Sudrajat akan hadir langsung bertemu dengan ribuan relawan. Beliau akan menyaksikan ikrar para relawan dan menampung aspirasi warga Pangalengan,” ujar penggagas acara, Iis Edhy Prabowo, Jumat (2/3/2018).

BACA JUGA : Jawa Barat Menyambut Sudrajat

Perempuan yang akrab disapa Teh Iis ini memaparkan, acara deklarasi dengan melibatkan banyak relawan besok adalah deklarasi kedua. Sebelumnya, pada 1 Januari 2018 lalu, pihaknya juga menggelar acara deklarasi relawan dan mancing bareng di kawasan Padalarang, Bandung Barat. Kala itu, Cawagub Ahmad Syaikhu turut hadir.

“Para relawan ini kedepannya akan menjadi mesin penggerak dalam menyosialisasikan dan memenangkan pasangan Sudrajat-Syaikhu. Kami ingin melengkapi dan melebarkan mesin pemenangan yang sudah ada. Dan kami sangat optimistis pasangan nomor 3 akan keluar menjadi pemenang di Pilgub Jabar,” tandas Iis.

Saat ini, kata dia, Posko yang didirikannya sudah berada di empat kabupaten/kota. Di antaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kota Cimahi. Pihaknya berencana, Posko relawan yang digagas akan terus berdiri di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat.

“Saat ini kami mendata ada sebanyak 6.300 relawan yang sudah resmi bergabung. Kami yakin jumlah ini akan terus bertambah, sampai akhirnya membentuk posko hingga tingkatan kelurahan, bahkan tingkat RW,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, pasangan Sudrajat-Syaikhu ini diusung oleh tiga partai politik, yakni Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional. Kemarin, para petinggi dari ketiga partai ini telah bertemu di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Jalan Kartanegara, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tersebut, salah satunya disepakati bahwa Prabowo akan “turun gunung” ke sejumlah titik untuk mengawal perjuangan pasangan Sudrajat-Syaikhu. (tba)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending